Manfaat Berkebun Bisa Kurangi Stres Hingga Depresi

Pertanianku — Stres dan depresi dapat menekan kesehatan mental seseorang hingga akhirnya menurunkan produktivitas dan berujung pada penurunan pendapatan pula. Hal tersebut biasanya diatasi dengan mendatangi psikolog. Padahal, manfaat berkebun bisa kurangi stres dan depresi jika dilakukan secara rutin.

manfaat berkebun
Foto: Pexels

Seorang dokter di Manchester, Inggris ‘meresepkan’ terapi berkebun bagi pasien yang alami gangguan cemas, kesepian, hingga depresi. Menariknya, terapi ini tidak hanya bisa dilakukan oleh mereka yang punya lahan luas di rumah. Justru, pengobatan yang diluncurkan oleh Cornbook Medical Practice ini ditujukan untuk pasien yang tinggal di flat (semacam apartemen) dan tidak memiliki akses ke kebun atau tanaman hijau.

Tempat tinggal ‘eksklusif’ seperti apartemen, kesibukan dan tuntutan kerja, hingga berkurangnya jumlah teman yang berkualitas, dinilai menjadi sebab semakin banyak orang alami gangguan cemas, rasa kesepian, hingga depresi.


Loading...

Nah, tanaman hidup dinilai dapat memulihkan kesehatan mental seseorang. Pernyataan ini didapat setelah tim dokter meminta pasien untuk membeli tanaman hidup berupa tanaman herbal, bumbu dapur, atau tanaman hias di dalam pot.

“Tanaman yang kami berikan adalah bumbu dapur seperti lemon balm dan catmint, yang semuanya membutuhkan perhatian. Memiliki sesuatu yang dirawat membawa banyak manfaat bagi orang—terutama bagi yang tidak memiliki akses menuju kebun atau tidak dapat memiliki hewan peliharaan,” kata sekretaris Cornbook Medical Practice Augusta Ward, seperti dilansir CNN Indonesia yang mengutip Metro.

Ward menyebut, merawat tanaman tak hanya dapat membuat seseorang memiliki kegiatan dan membuat pikiran serta hati menjadi tenang. Dalam jangka panjang, memiliki kesenangan untuk berkebun juga berpotensi menambah teman lewat kegiatan komunitas.

“Saya melihat pasien kami yang bersantai dengan tanaman, kemudian mereka juga terlibat dalam acara komunitas yang lebih luas,” kata salah seorang dokter, Philippa James.

Baca Juga:  Pengendalian OPT Hayati Semakin Diminati
Loading...
Loading...