Manfaat Buah Tin untuk Melawan Diabetes Melitus

Pertanianku — Buah tin yang memiliki cita rasa manis berpotensi menjadi obat untuk penderita diabetes. Manfaat buah tin tersebut disebabkan oleh kandungan senyawa aktif yang berfungsi mirip seperti insulin. Insulin merupakan hormon yang diproduksi sel beta pankreas untuk menurunkan kadar gula berlebih di dalam darah.

manfaat buah tin
foto: Trubus

Produksi insulin pada tubuh penderita diabetes mengalami gangguan sehingga kadar gula darah tidak terkontrol. Oleh karena itu, penderita diabetes memerlukan tambahan insulin dari luar atau asupan obat antidiabetes supaya gula darah terkontrol.

Fakta tersebut berhasil ditemukan oleh dua periset. Melansir dari Majalah Trubus Edisi 482, Dr. Enny Ratnaningsih dan Rijal Kamaluddin Husaeni, periset di Departemen Kimia, Institut Teknologi Bandung, menguji efek antidiabetes ekstrak air buah tin pada tikus yang mengidap diabetes.

Rijal mengekstrak 500 gram buah yang sudah dicuci bersih, dikupas, diiris kecil, dan dijemur di bawah sinar matahari. Untuk mendapatkan ekstrak, buah yang kering direbus di dalam 500 ml akuades hingga mendidih selama 1 jam. Hasil perebusan itulah yang disebut ekstrak buah tin. Dari hasil uji praklinis yang melibatkan 28 tikus, buah tin diketahui dapat menurunkan gula darah secara signifikan.

Tikus yang digunakan dalam uji coba ini dibagi menjadi 7 grup, dalam satu grup berisi 4 ekor tikus. Kelompok yang diberikan ekstrak buah tin dengan dosis 25 mg/kg bobot tubuh mengalami penurunan kadar gula yang paling besar, dari 657,55 mg/dl menjadi 97,77 mg/dl. Hasil tersebut relatif sama dengan penurunan kadar gula kelompok tikus yang diberi metformin (obat antidiabetes), yakni dari 581,82 mg/dl menjadi 57,05 mg/dl.

Dengan begitu, ekstrak buah tin diketahui bersifat antidiabetes dan khasiatnya hampir serupa dengan metformin dalam menurunkan gula darah.

Baca Juga:  Pemerintah Terus Dorong Hilirisasi Kelapa yang Diminati Pasar Ekspor

Menurut Rijal, dosis 25 mg ekstrak buah tin setara dengan 280 mg per kg bobot tubuh pada manusia. Manusia yang berbobot 70 kg dapat mengonsumsi sebanyak 19,6 gram ekstrak tin. Periset menyarankan pemberian ekstrak buah tin hanya 14 hari, pasalnya pemberian ekstrak buah tin dan metformin efektif menurunkan gula darah selama 2 pekan. Setelah itu, gula cenderung meningkat.