Manfaat Daun Ubi Jalar

Pertanianku — Ubi jalar terkenal sebagai salah satu tanaman pangan yang sangat bermanfaat karena umbi tanaman bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan yang bernutrisi. Selain bernutrisi, ubi jalar juga bercita rasa lezat dan sesuai dengan lidah orang Indonesia. Selain umbinya, ada bagian lain dari tanaman ini yang bisa dimanfaatkan, yaitu daun ubi jalar.

daun ubi jalar
foto: Pertanianku

Daun ubi jalar dapat dikonsumsi karena mengandung vitamin menurut penelitian yang telah dilakukan oleh Wilmer Barrera dan David Picha dari Louisiana State University Agricultural Center yang menerbitkan sebuah studi penelitian di HortScience . Penelitian tersebut menunjukkan bahwa daun ubi jalar yang matang dan muda mengandung vitamin B6 dan beberapa jenis vitamin penting lainnya.

Menurut Barrera dan Picha, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan asam askorbat, thiamin, riboflavin, dan konten vitamin B6 dalam berbagai jaringan yang dimakan dari ubi jalar jenis beauregard dan LA 07-146,  dua kultivar ubi jalar komersial yang penting di Louisiana. Para tim peneliti melakukan percobaan ketiga untuk mempelajari kandungan vitamin yang larut dalam air di antara jaringan umbi dari ubi jalar yang berbeda.

Hasil analisis penelitian tersebut menunjukkan adanya perbedaan kandungan total asam askorbat (AA) di antara beberapa jenis jaringan dari tanaman ubi jalar. Daun yang muda mengandung konten AA paling tinggi, diikuti oleh daun matang dan tunasnya.

Bagian daun ubi jalar mengandung vitamin B6 yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan jaringan tanaman lain. Daun yang sudah dewasa mengandung vitamin B6 3,4 kali lebih tinggi jika dibandingkan dengan bagian umbi.

Hasil ini menguatkan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa daun ubi jalar merupakan sumber asam askorbat yang baik. Sementara itu, daun yang muda memiliki kandungan AA tertinggi, seperti yang dicatat para ilmuwan.

Baca Juga:  Tanaman Lada yang Bagus untuk Dijadikan Bahan Setek

Penelitian tersebut juga menunjukkan adanya kandungan lain di dalam daun, yakni thiamin dan menunjukkan bahwa senyawa riboflavin (vitamin B2) berbeda pada setiap jaringan tanaman, tetapi secara konsisten lebih tinggi pada bagian daun. Daun yang sudah tua mengandung riboflavin yang lebih tinggi dibanding daun yang masih muda.