Manfaat Humus untuk Kesuburan Tanaman

Petanianku — Humus adalah tanah yang sangat subur, terbuat dari pelapukan sisa tanaman seperti dedaunan, kayu akar, dan lain-lain. Tidak menutup kemungkinan bahwa humus juga bisa terbentuk oleh jasad hewan yang sudah terurai. Nah, kira-kira apa sih manfaat humus untuk tanaman?

manfaat humus
Foto: Google Image
  1. Humus mengikat unsur hara makro dan mikro dalam tanah

Pemberian pupuk pada lahan tanam memang sangat baik untuk menambah kandungan unsur hara makro dan mikro. Namun, semua itu akan menjadi tidak efektif apabila unsur hara tersebut sampai banyak menguap atau hanyut tergerus air hujan.

Ini bisa terjadi pada tanah yang kekurangan humus sehingga daya rekat tanah untuk menjaga unsur haranya menjadi sangat lemah. Walhasil, unsur hara tersebut akan mudah hilang.

  1. Pupuk bagi tanaman

Humus juga berperan sebagai pupuk bagi tanaman karena di dalam tanah humus sendiri banyak kandungan unsur hara dan asam amino yang akan bermanfaat untuk diserap akar tanaman guna menunjang pertumbuhan serta mengaktifkan berbagai enzim dalam tubuh tanaman tersebut.

  1. Humus menjadi sumber energi bagi mikroorganisme baik dalam tanah

Kita mengenal beberapa jenis bakteri dan jamur baik yang bersimbiosis dengan akar tanaman dan membantu menguraikan pupuk organik dalam tanah. Mikroorganisme baik tersebut membutuhkan makanan berupa karbon organik sebagai sumber energinya.

Dalam tanah humus terkandung banyak karbon organik yang akan menjadi makanan bagi mikroba penyubur tanah tersebut. Dengan demikian, pupuk akan lebih mudah terurai.

  1. Humus menjaga kandungan air dalam tanah

Keberadaan tanah humus akan menjadikan air mudah meresap masuk ke tanah. Selain itu, humus juga akan mengikat molekul air sehingga kandungan air tanah lebih terjaga dan tidak mudah menguap. Namun, dalam dunia budidaya tentu saja ini harus didukung dengan adanya plastik mulsa untuk menghindari paparan sinar matahari langsung pada tanah bedengan.

  1. Humus mengikat dan mempercepat penghancuran senyawa toksik dalam tanah
Baca Juga:  Petani Rasakan Manfaat Transformasi Pertanian Modern Berkat Alsintan

Di dalam tanah terdapat beberapa senyawa toksik yang juga dihasilkan dari sisa penguraian, reaksi campuran pupuk kimia, sisa pestisida kimia dan lainnya yang semuanya dapat membentuk senyawa toksik (racun) yang berbahaya bagi tanaman.

Dengan adanya humus, senyawa toksik tersebut diikat sehingga tidak mudah menyebar sekaligus humus akan mempercepat penghancuran senyawa toksik jadi tidak membahayakan lagi.

Loading...