Manfaat Kandungan Gizi Belut untuk Bayi

Pertanianku — Belut merupakan salah satu komoditas air tawar yang sangat baik untuk tubuh karena mengandung banyak gizi. Salah satu manfaat belut yang paling digemari oleh orang-orang adalah sebagai sumber protein. Kandungan proteinnya relatif lebih tinggi daripada telur dan setara dengan sapi. Tak hanya bergun

manfaat belut
foto: Peranianku

Kandungan nutrisi di dalam belut dapat meningkatkan kecerdasan bayi, meningkatkan fungsi mata, mendorong pertumbuhan tulang dan jaringan tubuh, meningkatkan berat badan, serta menjadi sumber energi yang baik untuk bayi.

Kandungan lemak di dalam belut memang terbilang tinggi sekitar 27 gram/100 gram. Itu sebabnya belut tidak begitu dianjurkan untuk seseorang yang mengidap kolesterol tinggi.

Daging belut rasanya enak dan gurih. Hal ini disebabkan oleh asam glutamate yang terkandung di dalam daging belut. Kandungan asam glutamate tersebut dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh sehingga tubuh bayi menjadi lebih kuat.

Belut juga kaya akan vitamin A yang dapat membantu pemeliharaan sel epitel, vitamin B yang berfungsi menjaga sistem metabolisme tubuh, dan vitamin D yang berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium serta mencegah pelepasan kalsium pada tulang.

Jika Anda benar-benar tertarik ingin menjadi belut sebagai salah satu bahan untuk makanan pendamping ASI atau MPASI, berikut ini kiat-kiat untuk mengolah belut yang dirilis oleh KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) agar aman dikonsumsi oleh bayi.

  • Salah satu permasalahan ketika mengolah belut adalah kulitnya yang licin. Untuk menghilangkan kondisi kulit belut yang licin, Anda perlu merendam belut ke dalam air garam terlebih dahulu.
  • Belut perlu dicuci dan dibilas hingga benar-benar bersih.
  • Sayat panjang perut belut untuk mengeluarkan daging belut dengan mudah.
  • Daging belut yang sudah dikeluarkan harus dicuci kembali hingga bersih.
  • Buang duri yang terdapat di bagian tengah belut.
  • Masak daging belut hingga benar-benar matang.
  • Anda bisa menggunakan kulit sebagai bahan campuran dalam menu MPASI, tetapi kulit belut harus dipotong kecil-kecil untuk menghindari risiko tersedak.
Baca Juga:  Resep Membuat Dendeng Lele