Manfaat Kulit Buah Kakao

Pertanianku— Mayoritas bagian yang dimanfaatkan dari buah kakao adalah daging buah (pulp) dan keping biji. Padahal, kulit buah kakao merupakan bagian yang paling besar dari buah kakao. Dalam satu buah terdiri atas 75 persen kulit buah, 3 persen plasenta, dan 22 persen biji kakao.

kulit buah kakao
foto: pertanianku

Semakin meningkat produksi biji kakao, jumlah kulit kakao yang dihasilkan juga semakin meningkat. Bagian kulit kakao memiliki unsur kimia yang cukup kompleks, salah satunya adalah fenol.

Fenol merupakan senyawa kimia bersifat mikroba. Senyawa tersebut dapat menghambat pertumbuhan dan aktivitas mikroba. Karena kandungan senyawa kimia tersebut, sebenarnya kulit buah kakao masih bisa dimanfaatkan untuk dijadikan sebagai alternatif pengendali dalam menghambat pertumbuhan mikroba pathogen yang dapat menyerang tanaman.

Di dalam kulit buah kakao terkandung air sebanyak 12,98 persen, total N 32,52 persen, protein 9,65 persen, lemak 0,15 persen, serat kasar 33,9 persen, dan abu 10,8 persen.

Senyawa antimikroba yang terkandung di dalam kulit kakao dapat bersifat bakterisida (membunuh bakteri), bakteristik (menghambat pertumbuhan bakteri), fungisidal (membunuh jamur), dan fungistatik (menghambat pertumbuhan jamur).

Senyawa antimikroba tersebut dapat bekerja dengan merusak dinding sel sehingga mengalami lisis atau menghambat proses pembentukan dinding pada sel yang sedang tumbuh. Senyawa tersebut dapat mengubah permeabilitas membran sitoplasma yang mengakibatkan kebocoran nutrien dari dalam sel, mendenaturasi protein sel dan merusak sistem metabolisme dengan cara menghambat kinerja enzim intraseluler.

Senyawa tersebut dapat digunakan untuk melawan jamur paling ganas yang dapat merusak tanaman kakao. Jamur tersebut bersifat saprofit fakultatif, bisa menyerang bagian akar, batang, bunga, buah, dan daun. Namun, bagian yang paling sering diserang adalah batang dan buah.

Ekstrak kakao dapat dibuat dengan cara mencuci dan merajang kulit buah segar sebanyak 500 gram. Selanjutnya, blender dan saring dengan kain kasa. Tambahkan air sebanyak 500 ml saat memblender kulit. Anda bisa mengambil air sarinya dan membuang ampasnya.

Baca Juga:  Lokasi yang Sesuai untuk Menanam Kubis

 

 


loading...