Manfaat Kulit Jengkol untuk Kesehatan Hingga Pertanian


Pertanianku — Sudah tidak diragukan lagi jika jengkol menjadi salah satu jenis tanaman yang memiliki manfaat. Namun, sudah tahukah Anda bahwa manfaat kulit jengkol sangat baik untuk kesehatan dan pertanian?

manfaat ulit jengkol
Foto: Shutterstoc

Ketika memasak jengkol, Anda pasti mengupas dan membuang kulitnya begitu saja. Kulit jengkol dianggap tidak memiliki manfaat. Namun ternyata, kulit jengkol juga sangat berguna untuk kesehatan bahkan pertanian.

Nah, mulai sekarang jangan buang kulit jengkol setelah Anda memasak bijinya. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari kulit jengkol.

  1. Menghilangkan ketombe

Kulit jengkol dapat membantu menghilangkan ketombe karena memiliki kandungan protein, kalsium, fosfor, vitamin A dan B1, saponin, minyak atsiri, tannin steroid, serta likosida. Kandungan tersebut telah teruji efektif menghilangkan ketombe.

Cara penggunaan kulit jengkol untuk menghilangkan ketombe, yaitu dengan mengombinasikan kulit jengkol bersama tumbuhan randu yang mengandung polifenol. Kombinasi dari kulit jengkol dan randu juga memiliki kandungan saponin dan flavanoid yang dapat melawan serangan bakteri di kulit kepala yang dapat menyebabkan ketombe.

  1. Mengatasi diabetes melitus

Kandungan yang terdapat pada kulit jengkol mampu menurunkan gula darah dalam tubuh. Dengan merebus kulit jengkol dan meminumnya 3 kali sehari, penyakit diabetes melitus dapat diatasi.

Belum ada penelitian yang membuktikan bawa kulit jengkol dapat menurunkan gula darah. Namun, banyak juga ahli yang tidak menyangkal dari manfaat kulit jengkol ini untuk menurunkan gula darah.

  1. Mengatasi jentk nyamuk demam berdarah

Kulit jengkol dapat dimanfaatkan untuk mengatasi jentik nyamuk demam berdarah. Kandungan asam fenolat, alkaloid, terpenoid, dan saponin yang ada di dalam kulit jengkol dapat mengusir jentik nyamuk dan mencegah perkembangbiakannya.

  1. Antibakteri

Selain melawan bakteri pada kulit kepala dan mencegah ketombe, kulit jengkol juga dapat menghambat perkembangan bakteri lainnya. Fraksi etil asetat pada kulit jengkol memiliki aktivitas dan dapat membunuh pertumbuhan bakteri seperti bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis. Kulit jengkol menjaga jumlah normal dari kedua bakteri ini di dalam tubuh agar tidak terlalu banyak.

  1. Pestisida alami
Baca Juga:  Diet Thonon Turunkan Hingga 5 Kg dalam 2 Minggu, Amankah?

Kulit jengkol mengandung senyawa kimia seperti terpenoid, saponin, asam fenolat, serta alkaloid dan terbukti ampuh untuk melindungi tanaman dari serangan hama. Kulit jengkol dapat dimanfaatkan untuk pestisida alami dengan mengombinasikannya bersama jenis tanaman lain.

Pestisida alami yang dihasilkan dari kulit jengkol dapat menghilangkan beberapa jenis hama tumbuhan seperti semut, lalat, beberapa jenis serangga kecil, dan juga belalang.

loading...
loading...