Manfaat Kulit Kakao untuk Pakan Ternak Tak Kalah dengan Pakan Rumput


Pertanianku – Selama ini kulit kakao merupakan limbah yang akan lekas dibuang dan hanya diambil buahnya saja. Namun, tahukah Anda kulit kakao ternyata memiliki nilai ekonomis karena dapat diberikan untuk pakan hewan ternak. Bahkan, kulit kakao dinilai setara dengan pemberian hijauan.

Salah satu yang mengembangkan kulit kakao sebagai pakan hewan ternak adalah Wisri Puastuti, ia merupakan peneliti dari Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Ciawi, Jawa Barat.

Awal mulanya tercetus ide tersebut lantaran Wisri melihat kulit kakao menumpuk seperti limbah. “Kulit buah kakao sebagai bahan pakan ternak bisa menjadi salah satu solusi untuk penanganan limbah di perkebunan kakao,” ungkap Wisri.

Di Indonesia sendiri, perkebunan kakao banyak ditemui di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara. Bahkan, kakao juga dapat dijumpai di Lampung, Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Wisri menuturkan, biasanya para peternak akan memberikan kulit buah kakao dalam bentuk segar untuk pakan ternaknya. “Sayangnya, masa panen kakao di perkebunan milik rakyat hanya di periode April—Juli. Kalaupun ada di bulan lain, paling banyak hanya menghasilkan 1 buah,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, ia pun mencari teknologi yang aplikatif, yakni silase. Berdasarkan literatur, silase adalah pakan yang telah diawetkan atau difermentasi yang diproses dari bahan baku seperti tanaman hijauan, limbah industri pertanian, dan bahan pakan alami lainnya dengan jumlah kadar/kandungan air pada tingkat tertentu.

Pakan tersebut selanjutnya dimasukkan ke dalam sebuah tempat yang kedap udara (silo) selama 3 minggu. “Meski begitu, silase umur 10 hari sudah bisa diberikan apabila pakan sulit didapat,” tambahnya.

Wisri telah mengujicobakan silase kulit kakao di peternakan rakyat di daerah Lampung. “Respons peternak di sana bagus, karena pembuatannya sederhana dan tidak memerlukan mesin khusus,” lanjut Wisri.

Baca Juga:  Guna Menekan Harga, Tata Niaga Daging Sapi Perlu Diubah

Selain itu, peternak juga mengaplikasikan silase ini karena bahan bakunya (kulit kakao) tersedia. Setelah uji coba pemberian silase kulit buah kakao sebagai pakan ternak, dalam 3 bulan pertambahan bobot badan kambing hampir sama dengan yang diberi pakan dari rumput.

“Hasilnya juga menunjukkan silase kulit buah kakao memiliki kualitas nutrisi yang lebih baik ketimbang rumput raja dan kulit buah kakao segar. Saya berharap, silase kulit buah kakao dapat dijadikan stok bahan pakan untuk mengatasi kekurangan pakan dari tanaman hijauan selama musim kemarau,” tutup Wisri.

loading...
loading...