Manfaat Magot, Mengurai Sampah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Pertanianku — Permasalahan sampah yang menumpuk masih menjadi pekerjaan yang selalu berulang setiap tahunnya. Padahal, sampah tersebut masih bisa diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Anda bisa menggunakan manfaat magot dalam mengurai sampah organik untuk menghasilkan produk yang bernilai ekonomi. Dengan begitu, kebersihan lingkungan bisa terkendali dan Anda bisa mendapatkan sumber pemasukan tambahan dari beternak magot.

manfaat magot
foto: http://humas.bandung.go.id/

Larva magot akan mengonversi dan mengekstrasi nutrien di dalam sampah organik untuk menjadi nutrien bentuk baru dalam tubuh larva. Nantinya, nutrien tersebut bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrien ikan atau menjadi pakan ikan.

Produksi mini larva sudah mendapatkan Paten Internasional sejak 2009. Inovasi metode kultur larva BSF (Black Soldier Fly) sudah didaftarkan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan HAM RI.

Loading...

Saat ini program biokonversi sampah organik dengan menggunakan magot sudah diaplikasikan beberapa pemerintah daerah di Indonesia.

Magot berasal dari telur black soldier fly. Siklus hidup BSF pada fase telur berlangsung selama 3 hari. Setelah larva menetas, larva akan hidup selama 15 hari, larva tersebut akan mengonversi sampah organik yang sudah tersedia. Setelah itu, larva akan memasuki masa prepupa selama 7 hari dan dilanjutkan masa pupa selama 6—7 hari, serta masa BSF dewasa selama 5—7 hari.

BSF dewasa sudah tidak makan, hidupnya hanya bergantung dengan nutrisi yang didapatkan selama fase larva. Oleh karena itu, siklus larva merupakan siklus yang paling panjang di antara siklus hidup BSF lainnya.

BSF merupakan serangga yang tidak berperan sebagai vektor penyakit, tidak seperti beberapa jenis lalat yang berpotensi membawa bibit penyakit pada manusia. Oleh karena itu, lalat BSF dinilai aman untuk dibudidayakan.

Baca Juga:  Resep Sate Bebek Mudah dan Lezat

Nutrisi yang terkandung di dalam magot adalah protein sebesar 40—48 persen dan lemak sebesar 25—32 persen. Untuk memulai budidaya magot, Anda tidak memerlukan modal awal yang terlalu besar. Pasalnya, Anda tidak membutuhkan sumber air, listrik, bahan kimia, dan infrastrukturnya terbilang sederhana. Selain itu, teknologi yang digunakan juga sederhana.

Produk yang bisa Anda dapatkan adalah magot sebagai bahan baku atau pakan ikan dan pupuk organik yang sangat berguna untuk memperbaiki struktur tanah dan menunjang pertumbuhan tanaman.

 

Loading...
Loading...