Manfaat Mulsa untuk Budidaya Jahe

Pertanianku Budidaya jahe secara intensif sering dilakukan untuk skala komersial sehingga hasil yang didapatkan lebih maksimal dan keuntungannya pun besar. Sistem budidaya ini memerlukan mulsa sebagai penutup tanah. Meskipun begitu, tidak semua usaha budidaya jahe memerlukan mulsa. Hal ini bergantung pada pertimbangan budidaya.

budidaya jahe
Foto: Pertanianku

Penggunaan mulsa dapat menimbulkan penambahan biaya produksi, baik pembelian bahan mulsa maupun tenaga kerja yang akan memasangnya. Meskipun, jenis mulsa yang dibutuhkan untuk tanaman jahe tergolong murah, yakni berasal dari jerami. Di sisi lain, penggunaan mulsa dapat menghemat biaya tenaga kerja untuk penyiangan gulma, pendangiran dan pebumbunan, serta pembelian herbisida.

Mulsa dapat memberikan manfaat untuk budidaya jahe seperti mengurangi tumbuhnya rumput atau gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman jahe, mengurangi tergerusnya butiran-butiran tanah dan pupuk karena terbawa aliran air hujan, mengurangi penguapan air pada siang hari, menjaga stabilitas suhu tanah, serta menutupi media dari serangan hama dan penyakit.

Pada budidaya jahe, bahan yang digunakan sebagai mulsa adalah jerami, bukan plastik mulsa seperti pada budidaya tanaman sayuran. Apabila mulsa yang digunakan plastik, dikawatirkan dapat menghambat pertumbuhan tunas jahe yang terbentuk dari anakannya.

Hambatan tersebut disebabkan oleh lubang tanam yang dibuat pada mulsa plastik memiliki keterbatasan luas sehingga tunas sulit menembus mulsa plastik dan harus berbelok arah menuju lubang mulsa. Adapun penggunaan mulsa jerami dapat mendukung pertumbuhan tunas dari anakan tanaman dapat menembus mulsa secara leluasa.

Jerami yang digunakan merupakan jerami alami yang berasal dari hasil panen padi. Jerami tersebut mengandung zat lignin yang berfungsi sebagai zat lilin. Dengan begitu, mulsa jerami dapat melindungi tanaman jahe.

Mulsa jerami juga memiliki kekurangan yang perlu Anda antisipasi. Kekurangan tersebut adalah kurang bisa menahan stabilitas suhu, kurang bisa menahan struktur tanah dan pupuk dari gerusan air hujan, serta hanya bisa digunakan satu kali periode tanam karena mudah busuk.

Baca Juga:  Waspada, Ini Penyebab Kegagalan Membuat Kompos

Selama proses budidaya jahe, mulsa dapat mengalami kerusakan atau perubahan posisi. Kondisi tersebut harus diperbaiki. Bila kondisi jerami sudah tidak teratur, mulsa harus ditata kembali. Jika jumlahnya semakin menipis, Anda perlu menambahkannya lagi.