Manfaat Pola Tanam Bergilir untuk Menyuburkan Tanaman

Pertanianku Pola tanam bergilir merupakan bagian dari pola bertanam polikultur yang sering dilakukan oleh petani. Pola ini diterapkan dengan menanam berbagai jenis tanaman dari famili yang berbeda secara bergantian atau bergilir pada satu lahan yang sama.

pola tanam bergilir
foto: Pertanianku

Tujuan utama dari pola tanam bergilir ialah untuk mengendalikan penyebaran hama dan penyakit. Penggunaan tanaman yang berasal dari famili yang berbeda dapat memutuskan siklus kehidupan hama dan penyakit karena organisme pengganggu tanaman tersebut kehilangan tempat tinggal. Dengan begitu, lahan menjadi lebih bersih dari serangan hama yang mengganggu tanaman.

Namun, nyatanya manfaat pola bergilir tidak hanya sebatas mengendalikan hama dan penyakit, pola ini juga dapat menyuburkan tanaman yang ditanam di atas lahan tersebut. Tujuan tadi bisa didapatkan ketika lahan tersebut tidak diserang oleh hama.

Pada lahan yang baru dibuka, sebaiknya lahan tersebut digunakan untuk menanami tanaman pembangun kesuburan, seperti tanaman dari keluarga Legumenoceae. Hal ini agar kandungan unsur hara pada area tersebut semakin meningkat.

Setelah proses bertanam tanaman Legumenoceae selesai, Anda dapat mulai menanam tanaman yang rakus unsur hara seperti tanaman sayuran berdaun. Setelah itu, tanam tanaman yang tidak terlalu rakus unsur hara seperti golongan umbi-umbian. Lahan tersebut kembali digunakan untuk menanam tanaman awal setelah melewati 9—12 bulan.

Contoh pergiliran yang dapat Anda terapkan adalah kacang tanah-kol-jagung-wortel-kacang tanah. Anda bisa memodifikasi komoditas tanaman yang ditanam sesuai dengan kebutuhan, seperti kacang merah-tomat-ubi manis-kacang merah.

Pada prinsipnya, tanah yang sudah disedot unsur haranya oleh tanaman harus dikembalikan tingkat kesuburannya dengan tanaman yang dapat mengembalikan kesuburan. Oleh karena itu, pola tanam bergilir berguna untuk mempertahankan keseimbangan unsur hara.

Baca Juga:  Jangan Langsung Dibuang, Bagian Sayur Ini Bisa Ditanam Lagi Menjadi Tanaman

Agar lebih mudah dipahami dan diaplikasikan, Anda dapat berpatokan pada rotasi tanaman legum dan nonlegum. Cara rotasi tanaman ini lebih praktis dan Anda bisa lebih bebas memilih tanaman yang mau dirotasi, sesuai dengan keluarga tanaman tersebut.

Pola bergilir ini juga dapat membuat Anda mendapatkan lebih banyak komoditas panen dari satu lahan dan dalam kurun periode tertentu.