Manfaat Program Food Estate untuk Petani di Wonosobo

Pertanianku Food estate atau lumbung pangan merupakan salah satu program milik Kementerian Pertanian yang sedang dikembangkan. Salah satu daerah yang menjadi wilayah pengembangan program ini adalah Kabupaten Wonosobo. Petani di Wonosobo mengatakan program ini memberikan banyak manfaat untuk petani.

food estate
foto: pixabay

Alhamdulillah sudah cukup bagus kalau untuk pemeliharaan, cuma di pascapanen kita kebingungan di harga. Dan sekarang dengan adanya food estate ini kami Alhamdulillah sangat didukung, Pak. Dibeli untuk harga sekarang di angka Rp15 ribu per kilonya,” terang seorang petani kepada Presiden Joko Widodo seperti dikutip dari laman Indonesia.go.id.

Keberadaan lumbung pangan ini juga mampu meningkatkan hasil produksi cabai dan membuat harga pokok penjualan (HPP) dan harga jual cabai menjadi seimbang. Dahulu, produksi per hektare hanya 6 sampai 7 ton, sedangkan sekarang hasil panen mencapai 8 ton per hektare.

Pendampingan dalam program food estate membuat penggunaan bahan kimia berkurang sehingga HPP untuk biaya produksi menjadi lebih rendah. Selain itu, lumbung pangan juga dapat membuat petani dapat menanam terus setiap harinya, terutama untuk komoditas cabai di Desa Lamuk, Kabupaten Wonosobo. Dengan begitu, persediaan akan selalu ada.

Presiden Joko Widodo saat mengunjungi kawasan food estate di Wonosobo pada Selasa (14/12) menyampaikan, kawasan lumbung pangan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.

“Kita harapkan dengan produktivitas yang makin baik, intervensi di bibit, diharapkan pendapatan dari petani akan meningkat dan ini akan saya lihat setelah panen,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden memastikan para petani bawang benar-benar mendapatkan keuntungan. Petani juga dipastikan akan mendapatkan pendampingan dari Kementerian Pertanian.

Pada kunjungan tersebut, Jokowi menegaskan pentingnya mempersiapkan penyalur (offtaker) yang akan membeli sehingga harga bawang merah terjamin.

Baca Juga:  Transaksi Ekspor Pertanian 2021 Tercatat US$4,24 Miliar

Di dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat berdialog kepada petani. Petani mengungkapkan, mereka enggan menanam bawang putih karena harganya turun. Penyebab harga yang menurun adalah impor bawang putih ketika panen.