Manfaat Rorak sebagai Pendongkrak Produksi Tanaman

Pertanianku — Rorak merupakan saluran buntu atau aliran air berupa got dengan ukuran tertentu yang dibuat pada bidang olah teras dan sejajar dengan garis kontur. Saluran ini berfungsi untuk menjebak aliran permukaan dan tanah yang tererosi. Selain itu, manfaat rorak adalah sebagai media penampungan bahan organik yang dapat menjadi sumber hara bagi tanaman di sekitarnya.

manfaat rorak
foto: Pertanianku

Sementara itu, pada tanaman kakao, rorak merupakan galian yang dibuat di sebelah tanaman sebagai wadah untuk menempatkan pupuk organik dan berfungsi sebagai lubang drainase.

Rorak merupakan salah satu praktik yang bertujuan untuk mengolah lahan, bahan organik, serta tindakan konservasi tanah dan air di perkebunan kakao. Rorak merupakan model konservasi yang mudah dibuat oleh petani.

Model konservasi ini dapat diaplikasikan pada areal perkebunan kakao yang terindikasi memiliki produktivitas rendah karena daya simpan air di dalam tanah kurang baik sehingga menyebabkan tanaman mengalami kekurangan air pada musim kemarau.

Manfaat rorak lainnya yang tidak kalah penting ialah meningkatkan kesuburan tanah dan menghambat aliran permukaan sehingga erosi tidak terjadi terlalu cepat, menyimpan air agar tanaman tidak kekurangan air saat kemarau, meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman kakao, serta berfungsi sebagai tempat pembuatan pupuk kompos.

Jumlah rorak dalam 1 hektare lahan sebaiknya sekitar 200 buah atau setiap 5—6 pohon dibuat rorak. Rorak dibuat sepanjang 1 meter dan lebar 30 cm dengan kedalaman 30 cm. Setelah itu, lubang tersebut dapat diisi dengan pupuk kandang sebanyak 10—11 kg/rorak. Rorak dapat dibuat pada lahan dengan kemiringan sekitar 3—30 persen dengan ketinggian tempat sekitar 1.500 m dpl.

Rorak dapat digunakan untuk memasukkan hasil pemangkasan/ranting-ranting atau kulit buah kakao hasil panen hingga penuh, kemudian ditutup dengan tanah. Setelah tiga bulan kemudian, lakukan pembongkaran. Jika pupuk kompos sudah jadi, Anda perlu mengeluarkan pupuk untuk disebarkan di sekitar batang tanaman.

Baca Juga:  Mengendalikan Kontaminasi Aflatoksin pada Biji Kakao

Setelah itu, rorak yang sudah kering diisi kembali dengan bahan organik seperti sebelumnya.  Rorak juga perlu dirawat secara berkala agar fungsinya dapat terus digunakan.