Manfaat Sidaguri sebagai Obat Herbal

Pertanianku — Sidaguri atau Sida rhombifolia memiliki nama daerah berupa guri, saliguri, sidaguri, otok-otok, sidagori, sadagori, taghuri, kahindu, selegui, hutu gamo, dan digo. Sidaguri bisa tumbuh mencapai 2 meter, bercabang, dan ditumbuhi banyak bulu yang rapat. Sidaguri terkenal memiliki segudang manfaat untuk kesehatan. Manfaat sidaguri disebabkan oleh adanya kandungan senyawa yang baik untuk tubuh.

manfaat sidaguri
foto: pixabay

Seluruh bagian dari tanaman sidaguri bisa dimanfaatkan. Bagian daun tanaman mengandung alkaloid, kalsium oksalat, tannin, saponin, fenol, asam amino, dan minyak atsiri. Sementara itu, bagian batang mengandung kalsium oksalat dan tannin. Adapun bagian akar mengandung alkaloid, steroid, dan ephedrine.

Penyakit yang bisa diobati oleh sidaguri adalah asam urat, rematik, bisul, kudis, eksim, gatal, dan bengkak. Tanaman sidaguri harus diolah terlebih dahulu sebelum dijadikan obat herbal. Berikut ini beberapa cara mengolah tanaman sidaguri.

  • Rebus bagian akar dan batang tanaman, kira-kira 100 gram dengan satu liter air hingga mendidih dan airnya tersisa setengah. Diamkan air rebusan hingga dingin, kemudian saring. Minum ramuan secara teratur 1—2 kali dalam sehari.
  • Tumbuk daun secukupnya hingga alus, kemudian aduk rata dengan sedikit air dan garam. Setelah rata, balurkan ramuan pada bagian yang bengkak akibat patah tulang, kudis, atau bisul.
  • Buat tim dari herba segar sebanyak 60 gram hingga mendidih. Minum airnya sekaligus saat hangat sebagai obat eksim.
  • Tumbuk halus daun segar secukupnya, tambah sedikit minyak kelapa dan diaduk. Oleskan pada bagian yang gatal-gatal atau kurap.

Sidaguri merupakan tumbuhan semak yang sering ditemui di pinggir selokan, sungai, dan di bawah pohon besar. Tanaman ini tumbuh subur di dataran rendah hingga tinggi dengan ketinggian 1.450 m dpl.

Baca Juga:  Buah yang Bagus untuk Penderita Hepatitis

Salah satu khasiat sidaguri yang paling terkenal adalah menyembuhkan penyakit asam urat. Namun, tanaman ini mengandung alkaloid dan ephedrine sehingga Anda harus berhati-hati ketika mengonsumsinya. Apalagi, bila Anda sensitif terhadap alkaloid. Begitupun dengan ibu hamil dan menyusui serta anak-anak. Pastikan Anda mengonsumsinya di bawah pengawasan dokter.