Manfaat Sirih Merah untuk Mengatasi Gangguan Pernapasan

PertaniankuSirih merah sudah terkenal sebagai tanaman obat sejak dahulu. Banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan tanaman merambat ini untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit, seperti radang tenggorokan, batuk, luka bakar, demam berdarah, iritasi, obat kumur untuk membersihkan kuman di dalam mulut, dan gangguan pernapasan.

sirih merah
foto: Pertanianku

Daun sirih merah mengandung minyak atsiri kadanen, kavikol, sineol, eugenol, kariofolen, karvakrol, terpinen, dan seskuiterpen. Senyawa aktif di dalam sirih merah sudah terbukti mampu bekerja sebagai antivirus, mukolitik, dan melegakan saluran pernapasan.

Air rebusan daun sirih merah dengan konsentrasi 50 persen efektif menghambat pertumbuhan bakteri S. pyogenes yang menyebabkan gangguan pada pernapasan seperti ISPA. Ekstrak air daun sirih mampu meluruhkan dahak setelah kontak selama 60 detik.

Daun sirih merah harus dibuat menjadi ramuan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai obat herbal. Bahan-bahan yang dibutuhkan hanyalah daun sirih dan 300 ml air. Rebus daun sirih yang sudah bersih dengan wadah perebusan yang terbuat dari tanah liat, stainless steel, atau wajan kaca. Setelah mendidih, matikan api dan diamkan hingga suhunya menurun. Anda bisa menambahkan madu atau gula jawa untuk mengurangi rasa pahit dari ramuan obat herbal.

Ramuan ini diminum setiap pagi dan sore hari selama 3—5 hari. Ramuan obat herbal harus rutin diminum hingga batas waktu yang sudah ditentukan untuk mendapatkan hasil pengobatan yang maksimal. Apabila sakit masih berlanjut, sebaiknya periksakan diri ke dokter.

Daun sirih merah terbilang cukup mudah didapatkan karena ada beberapa orang yang senang merawat tanaman ini di pekarangan sebagai tanaman hias. Tanaman ini akan terlihat cantik ketika merambat pada pagar atau tembok rumah sehingga bisa menambah kesan asri dan sejuk. Perawatan yang dibutuhkan tidak terlalu sulit dan bisa dilakukan oleh siapa pun.

Baca Juga:  Kandungan Super Ajaib Buah Anggur

Daun tanaman berbentuk seperti jantung dengan bagian atas yang meruncing dan permukaannya mengilap tidak berbulu. Panjang daunnya mencapai 15—20 cm. Permukaan atas daun berwarna hijau bercorak putih keabu-abuan, sedangkan permukaan bagian bawahnya berwarna merah hati cerah. Jika dikonsumsi secara langsung, daun sirih merah akan terasa pahit dan mengeluarkan lendir serta aroma yang sangat khas.