Manfaat Tulang Ikan Nila

Pertanianku — Permintaan fillet ikan nila terbilang sangat tinggi, baik dari pasar impor maupun domestik. Semakin banyak permintaan fillet daging ikan nila membuat hasil samping industri semakin banyak. Salah satu hasil sampingan industri fillet ikan nila adalah tulang. Proporsi tulang ikan nila mencapai 7,5–12,5 persen dari total keseluruhan badan.

tulang ikan nila
foto: Pertanianku

Bayangkan, bila satu perusahaan fillet mengolah 73 ton ikan nila yang masih hidup, kemungkinan besar perusahaan tersebut akan menghasilkan 5,4–9,13 ton/hari tulang ikan nila. Limbah ini sebenarnya bisa menghasilkan pendapatan yang cukup menjanjikan bila diolah dengan cara yang tepat.

Tulang ikan nila dapat dimanfaatkan sebagai sumber mineral, terutama kalsium dan fosfor. Hasil sampingan industri fillet ini bisa diolah menjadi berbagai produk olahan yang sangat bermanfaat untuk manusia. Misalnya, sebagai bahan fortifikasi kalsium pada bahan makanan. Bagian tersebut dapat diolah menjadi tepung.

Berdasarkan hasil beberapa kajian, tulang ikan nila dapat digunakan sebagai sumber kalsium untuk produk mi kering. Hasil sampingan industri tersebut diketahui berpotensi menjadi sumber kalsium alami. Anda bisa menggunakan tepung ini untuk mengolah makanan kering seperti tik-tik ikan hingga produk basah seperti nugget.

Salah satu kandungan mineral yang terdapat di dalam tulang ikan nila adalah potassium dan fosfor. Fosfor merupakan mineral penting yang merupakan bagian dari perkembangan dan pertumbuhan materi tulang. Kandungan ini juga merupakan elemen penting untuk memelihara gigi dan kuku serta menjaganya agar tetap kuat dan tahan lama hingga tua.

Fosfor sangat berguna mencegah osteoporosis atau penurunan kepadatan mineral tulang. Penyakit tersebut kerap dialami oleh orang yang sudah bertambah usia.

Penggunaan tepung tulang ikan ini diharapkan bisa menjadi alternatif menanggulangi defisiensi kalsium pada anak-anak. Selain itu, tepung juga bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak seperti ikan, bebek, ayam, dan burung.

Baca Juga:  Kebiasaan Lele di Habitat Aslinya

Hal penting yang perlu Anda ketahui ialah kemampuan penyerapan kalsium pada manusia akan menurun seiring bertambahnya usia. Oleh karena itu, asupan kalsium Anda harus cukup pada proses penuaan sehingga Anda butuh asupan kalsium yang cukup sejak muda.

Tepung tulang ikan ini tak hanya mengandung kalsium, tetapi ada juga nutrisi-nutrisi lain yang terkandung di dalamnya. Tulang ikan nila mengandung air sebanyak 3,6 persen, abu 33,1 persen, protein 34,2 persen, lemak 5,6 persen, kalsium 11,9 persen, dan fosfor 11,6 persen.