Manggis Wanayasa, Si Primadona Ekspor dari Purwakarta


Pertanianku — Kabupaten Purwakarta adalah salah satu sentra produksi manggis di Indonesia. Terdapat lima kecamatan yang menghasilkan manggis kualitas ekspor yakni Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, Darangdan, dan Pondoksalam. Manggis wanayasa menjadi salah satu primadona ekspor dari Purwakarta.

Manggis wanayasa
Foto: Pixabay

“Karakteristiknya berbentuk bulat, warna kulit merah keunguan, mudah dibuka, daging halus tidak berserat, dan rasa manis asam. Kadar kandungan gula rata-rata 17,75° brix,” kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Suherlan seperti dikutip dari laman Republika.

Kabupaten Purwakarta memiliki areal pertanaman manggis seluas 1.540,4 hektare dengan jumlah populasi 154.043 pohon. Manggis yang dikembangkan di kabupaten ini adalah manggis varietas unggul wanayasa.

Agus menjelaskan produksi manggis di Kabupaten Purwakarta berfluktuasi. Pada semester ketiga 2018 mencapai 36.182 kuintal dengan volume total produksi 2018 lebih tinggi 32.506 kuintal dibanding 2017. Sementara, produksi tertinggi pernah dicapai pada 2015, yaitu sebesar 49.166 kuintal.

“Dengan adanya pengetatan ketentuan SPS, manggis kualitas layak ekspor milik kelompok tani sudah mulai dapat bermitra dengan eksportir. Sedangkan manggis dengan kualitas tidak layak ekspor akan dipasarkan ke Pasar Induk Cikopo, Purwakarta,” ujar Agus.

Pasar ekspor memang tujuan utama para petani manggis di Kabupaten Purwakarta. Oleh karena itu, dibukanya kembali ekspor ke Tiongkok (Cina) menjadi peluang yang baik, terutama terkait kemitraan petani dengan eksportir.

“Saat ini kami sedang gencarnya sosialisasi kepada kelompok tani, pengumpul dan pengusaha manggis. Khususnya dalam upaya pembinaan budidaya dan pascapanen. Melalui sistem jaminan mutu produk mulai dari SOP (standard operational procedure), GAP (good agricultural practices), GHP (good handling practices), pengendalian hama terpadu, registrasi kebun, registrasi rumah kemas (packing house) dan sertifikasi keamanan pangan segar (prima 1, 2 dan 3),” kata Agus.

Baca Juga:  Gerakan Gemar Tanam dan Konsumsi Buah dan Sayuran Optimalkan Pemanfaatan Lahan

Dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta sendiri telah memfasilitasi intensifikasi, ekstensifikasi dan penanganan pascapanen untuk peningkatan produksi dan mutu buah, termasuk penyaluran bibit bantuan pemerintah serta pendistribusiannya.