Mangrove Diolah Jadi Makanan? Bagaimana Bisa?


Pertanianku – Sebagai negara kepulauan, Indonesia merupakan salah satu negara dengan luas hutan mangrove terbesar di dunia. Tanaman mangrove memiliki peranan penting dan manfaat yang banyak. Bahkan, kini banyak masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan hutan mangrove yang ada di Indonesia.

Foto: pixabay

Namun, tahukah Anda ternyata tanaman mangrove dapat dikonsumsi? Pasti Anda sangat terkejut bukan, bagaimana tanaman mangrove bisa dikonsumsi oleh manusia. Salah satu komunitas mangrove di Bengkulu, bahkan telah berhasil mengolah sejumlah jenis mangrove menjadi berbagai macam masakan dan mulai diperkenalkan pada masyarakat.

“Ada lima jenis mangrove yang sudah kami olah menjadi bahan makanan dan berharap ini menjadi bagian dari kampanye pelestarian mangrove,” jelas Koordinator Komunitas Mangrove Bengkulu, Riki Rahmansyah, di Bengkulu, belum lama ini.

Ia mengatakan lima jenis mangrove yang sudah diolah anggota komunitas menjadi berbagai penganan antara lain Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris atau biasa disebut buah bintang, Brugueira gymnorhyza atau tancang, Acanthus ilicifolius yang disebut juga daun jeruju, dan buah nipah (Nypa fruticans).

Jenis Sonneratia sp., kata Riki, sudah dicoba diolah menjadi berbagai jenis makanan antara lain dodol, onde-onde, dan sirup. Sementara, buah nipah dapat dijadikan manisan, daun jeruju menjadi bahan makanan dan minuman antara lain peyek dan cendol.

“Sedangkan jenis tancang dapat diolah menjadi tepung dan dijadikan berbagai makanan, seperti kerupuk dan lainnya,” ungkapnya.

Riki mengatakan berbagai jenis mangrove juga dapat diolah menjadi bahan kosmetik seperti yang sudah dilakukan salah satu komunitas di Bali.

Manfaat ekonomis mangrove dapat menjadi bahan kampanye untuk masyarakat guna melestarikan ekosistem esensial tersebut.

“Kami akan bagikan pengetahuan tentang pengelolaan buah mangrove ini kepada masyarakat pesisir agar mereka merasakan manfaat ekosistem mangrove dan ikut melestarikannya,” ucap Riki.

Baca Juga:  Cara Membuat Tanaman Unik, Bonsai Cabai

Sejumlah wilayah di pesisir Bengkulu yang memiliki potensi mangrove antara lain pesisir Kota Bengkulu, Seluma, Bengkulu Tengah, dan Mukomuko serta di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Mangrove sebagai salah satu sumber daya alam yang tumbuh di kawasan pantai, merupakan ekosistem unik. Ekosistem hutan mangrove menjadi ekosistem penyambung atau interface antara daratan dan lautan.

Selain fungsi ekologis, mangrove juga memiliki fungsi nilai ekonomis, ekosistem mangrove juga menjadi tempat bagi nelayan mendapatkan kepiting, remis, dan udang.

loading...
loading...