Masalah Seputar Penanaman Hidroponik


Inilah Alasan Mengapa Kalian Harus Berhidroponik

Pertanianku – Berikut adalah beberapa masalah seputar penanaman hidroponik:

  1. Listrik 24 jam

Tanaman membutuhkan waktu istirahat 7—8 jam dari 24 jam sehari. Selama istirahat, tanaman tidak menyerap unsur hara. Namun, kelembapan media harus tetap terjaga agar perakaran tidak mengalami kekeringan yang menyebabkan tanaman layu karena rusak perakaran.

Jika dibiarkan terlalu lama, tentunya akan tidak baik, bahkan kemungkinan tanaman pun mati. Jadi, saat malam aliran pompa tetap perlu dijalankan. Aliran air nutrisi mengandalkan pompa listrik. Jika listrik mati, aliran nutrisi pun terhenti. Untuk mengatasinya, dapat menyediakan genset yang dapat digunakan saat listrik mati. Alternatif lain, gunakan rockwool yang dipotong 2,5 cm x 2,5 cm x 3 cm. Air nutrisi yang tersisa di rockwool dapat membuat sayuran bertahan 2—3 jam ketika pompa mati.

  1. Daun rusak

Suhu rendah pada saat hujan dapat menyebabkan kelembapan tinggi yang dapat mengakibatkan tumbuhnya cendawan. Masalah ini dapat diatasi dengan menutup atau memberi naungan plastik.

  1. Konsentrasi larutan

Hujan mengubah konsentrasi larutan nutrisi. Air hujan mengandung asam. Jika air hujan masuk ke tangki, pekebun harus membuang semua larutan dan membuat larutan yang baru. Jika tidak, kandungan nutrisi tidak mencukupi kebutuhan sayuran untuk tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, pasanglah kran penutup aliran air hujan di saluran pembuangan. Saat hujan turun, kran ini dibuka sehingga air hujan terbuang keluar, sedangkan pipa yang mengalirkan larutan nutrisi ke bak tangki ditutup.

  1. Debit air

Budi daya hidroponikmensyaratkan debit air yang tepat. Idealnya, debit air 1—2 liter/menit. Untuk itu, gunakan pompa dengan kekuatan 3/4 HP atau sekitar 500 watt untuk areal tanaman seluas 270 m2.

  1. Lumut di selang plastik
Baca Juga:  3 Kelebihan Sistem Akuaponik Dibanding Hidroponik

Cara termudah untuk membersihkan lumut adalah  merendam selang plastik ke dalam air panas, lalu menambahkan satu sendok makan pemutih per galon sebagai pembersih. Selanjutnya, jalankan seperti biasanya (setelah perendaman) jika menggunakan sistem NFT. Hal tersebut untuk membersihkan lumut  yang tumbuh di dalam selang yang sulit dijamah. Cara  lainnya, rendam selang plastik dalam larutan pemutih, lalu bilas secara menyeluruh, keringkan, dan simpan untuk pemakaian berikutnya.

 

Sumber: Buku Hidroponik Sayuran