Masyarakat Malang Diimbau Tak Beli Cabai Impor

0

Pertanianku – Beberapa pekan terakhir ini cabai kering impor telah masuk ke pasar-pasar tradisional di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya di Malang, Jawa Timur. Harga cabai impor tersebut dijual dengan harga yang jauh lebih murah daripada cabai lokal. Namun, Kepala Dinas Perdagangan Kota Malang Wahyu Setianto mengimbau agar masyarakat tidak membeli atau mengonsumsi cabai kering impor.

Wahyu mengatakan, walau harga cabai impor lebih murah, dari segi keamanan pangannya perlu diragukan. Ini karena cabai tersebut mengalami proses pengeringan. “Cabai ini dikeringkan, sedangkan kita tidak tahu bagaimana proses pengeringannya,” kata Wahyu, sebagaimana melansir Republika (8/3).

Untuk menyikapi hal tersebut Dinas Perdagangan akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk menguji laboratorium kandungan cabai impor kering. Wahyu menerangkan pihaknya sudah mengambil sampel cabai kering di pasar untuk diteliti.

“Lebih baik beli cabai segar saja walaupun harganya lebih mahal,” tambahnya.

Dinas Perdagangan sejauh ini sudah melakukan pemantauan di pasar-pasar tradisional. “Cabai kering impor ditemukan di Pasar Merjosari dan Pasar Induk Gadang,” ungkap Wahyu.

Dinas Perdagangan juga akan menelusuri pemasok cabai kering impor. Apabila nanti ditemukan proses distribusi yang tidak sesuai standar, pemerintah akan dengan tegas melarang peredaran cabai impor.

Hari ini di Pasar Besar Kota Malang harga cabai rawit lokal Rp130.000—Rp140.000 per kg. Sementara itu, cabai impor dijual Rp70.000 dan yang termahal Rp120.000 per kg. Menurut pedagang Pasar Merjosari bernama Sahrul, cabai impor mulai diminati pemilik warung makan karena harga yang lebih murah.

loading...
loading...