Mau Memulai Hidroponik? Perhatikan Ini!

    Pertanianku Hidroponik merupakan teknik bercocok tanam yang tidak membutuhkan tanah sebagai media untuk tumbuh. Sebenarnya, teknik ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Agar teknik hidroponik Anda berhasil, perhatikan beberapa faktor penting berikut.

    hidroponik
    foto: pixabay

    Cahaya

    Tanaman yang ditanam secara hidroponik pada dasarnya sama dengan tanaman yang ditanam dengan cara biasa yang membutuhkan waktu pencahayaan selama 8 hingga 10 jam. Jika tempat budidaya memiliki intensitas cahaya yang rendah, penyinaran dapat dilakukan dengan lampu yang berintensitas tinggi seperti high pressure sodium lamps.

    Loading...

    Air

    Untuk mengairi tanaman pada hidroponik, hindari pemakaian air yang mengandung klorin. Air yang paling direkomendasikan untuk digunakan adalah air hujan. Selanjutnya, Anda dapat menggunakan air yang difiltrasi. Kedua jenis air tersebut baik untuk hidroponik karena mengandung electrical conductivity sebanyak 15—60.

    Suhu

    Suhu yang baik untuk tanaman adalah yang tidak terlalu tinggi dan juga tidak terlalu rendah.

    Udara

    Udara yang dibutuhkan untuk teknik hidroponik berkisar 6 ppm oksigen terlarut atau Dissolved oxygen. Untuk menjaga kandungan oksigen dalam air, Anda dapar menggunakan pompa air dan kerikil akuarium untuk aerasi air dan melarutkan nutrisi.

    Tingkat pH

    Kadar keasaman yang ideal untuk teknik hidroponik antara 5,8 hingga 6,8. pH merupakan faktor yang sangat penting untuk keberlangsungan tumbuhan. Jika kadar pH di bawah kisaran standar pH optimal, tanaman tidak akan menyerap nutrisi yang terlarut. Meskipun ukuran keasaman pH masing-masing tanaman berbeda, umumnya kisaran pH yang normal antara 5,8—6,8.

    Pengukuran tingkat pH wajib dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. pH sangat bergantung pada kadar suhu, evaporasi, dan pencahayaan. Untuk melakukan pengukuran tingkat pH, Anda dapat menggunakan kertas litmus. Meskipun hasil yang diberikan tidak terlalu presisi, kertas litmus mampu menggambarkan kisaran pH air.

    Baca Juga:  Model Hidroponik yang Cocok Untuk di Pekarangan

    Jika pH terlalu tinggi, Anda dapat menggunakan larutan yang bersifat asam seperti asam nitrit, vinegar, atau asam citrus untuk menurunkan kadar pH. Sebaliknya, jika ingin meningkatkan pH, Anda dapat menggunakan Potassium hydroxide.

    Nutrisi

    Pupuk yang digunakan tumbuhan hidroponik sangat berbeda dengan pupuk untuk tanaman yang ditanam di tanah. Pupuk yang digunakan harus memiliki sifat mudah larut dalam air dan tidak menyisakan sedimen. Penggantian air secara rutin sangat dianjurkan untuk mendapatkan pertumbuhan yang normal.

    Loading...
    Loading...