Media Tanam yang Cocok untuk Menanam Melon di Pot

Pertanianku — Media tanam yang tepat dapat mendukung hasil buah yang besar dan manis. Untuk menanam melon di pot, Anda harus menyediakan media tanam yang gembur, subur, banyak mengandung unsur hara, porous, dan memiliki pH sekitar 5,8–7,2. Kadar keasaman media tidak boleh terlalu rendah di bawah 5,8 karena dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman melon terhambat.

menanam melon di pot
foto: Trubus

Kadar keasaman tanah yang rendah biasanya ditandai dengan kondisi daun yang menguning. Apabila tanah yang digunakan masam, tanah tersebut harus diberikan pengapuran terlebih dahulu sebelum digunakan untuk menanam melon. Kapur yang digunakan adalah dolomit. Setiap 10 kg media tanam dapat ditambahkan 2–3 sendok makan atau setara 20–30 gram kapur.

Tanaman melon tidak menyukai media yang terlalu basah dan padat. Media tanam yang terlalu padat dapat menyebabkan drainase buruk. Kondisi ini dapat menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa menyebabkan tanaman tidak berbuah.

Untuk mendapatkan media tanam yang ideal, Anda perlu mencampurkan beberapa bahan media tanam dengan komposisi yang tepat. Formula media tanam yang cukup mudah dibuat adalah tanah merah, pupuk kandang/kompos, dan sekam padi yang sudah lapuk dengan perbandingan volume 1:2:3. Bahan-bahan tersebut harus dicampur merata, lalu dimasukkan ke pot.

Tanah yang digunakan dalam campuran media tanam sebaiknya tanah merah yang mengandung banyak humus. Pupuk kandang di dalam formula media tanam ini berguna sebagai sumber unsur hara mikro dan makro sehingga ideal untuk tanaman buah semusim. Pupuk yang digunakan harus sudah matang, kering, dan tidak berbau. Pupuk kandang bisa diganti dengan kompos yang terbuat dari daun-daun tanaman.

Sekam padi berguna untuk membuat media tanam menjadi porous sehingga pertumbuhan akar dapat lebih optimal.

Baca Juga:  Kiat Budidaya Cabai Bebas Penyakit

Setelah media siap, Anda perlu menambahkan pupuk dasar berupa humic acid Humega dan NPK. Selanjutnya, media tanam dibiarkan di tempat terbuka selama 2 minggu agar mikroorganisme di dalam pupuk organik dapat menguraikan unsur hara dari NPK. Anda juga dapat menambahkan insektisida atau fungisida ke media tanam untuk mencegah hama atau penyakit. Insektisida yang dapat digunakan adalah Furadan 3G.