Media Tanam yang Cocok untuk Sayuran Hidroponik Organik

Pertanianku — Bertanam sayuran secara hidroponik mungkin sudah tidak asing, begitu pun dengan sistem organik. Kedua sistem bertanam tersebut dapat digabung menjadi hidroponik organik sehingga sayuran dihasilkan dapat memiliki nilai tambah yang diminati oleh kalangan tertentu. Media tanam yang dapat digunakan untuk menanam sayuran hidroponik organik sebagai berikut.

hidroponik organik
foto: Trubus

Arang sekam

Arang sekam merupakan media tanam yang paling umum digunakan untuk tanaman hidroponik. Arang sekam memiliki kelebihan berupa mudah disterilkan dan dapat bertahan lebih lama. Keunggulan arang sekam terletak pada aerasi udara yang sangat baik. Apabila Anda menggunakan arang sekam, sebaiknya campurkan dengan media lain. Arang hanya dapat digunakan sebanyak 25 persen. Media ini dapat digunakan untuk menyemai benih.

Cocopeat atau serbuk sabut kelapa

Cocopeat mampu menahan air dalam jumlah yang banyak dan dalam waktu lama sehingga kelembapan media tinggi. Cocopeat sering digunakan di tempat kering dan bersuhu tinggi. Namun, sayangnya, sabut kelapa ini mudah lapuk. Cocopeat bisa dicampur dengan media lain karena media tanam ini tidak akan mengurangi porositas.

Kerikil atau batu split

Batuan kecil dengan diameter beragam dan bentuknya tidak beraturan memiliki pori-pori makro yang cukup banyak. Media kerikil dapat membuat peredaran larutan unsur hara dan udara berlangsung baik. Selain itu, pertumbuhan akar tidak akan tertekan. Namun, kerikil memiliki kemampuan mengikat air yang rendah sehingga mudah basah dan kering.

Pasir

Media pasir dapat menunda kematian tanaman dibanding kerikil. Namun, ukurannya yang kecil membuat proses sterilisasi menjadi lebih lama dan berisiko menyumbat saluran. Pasir cocok digunakan untuk hidroponik dengan sistem terbuka, di mana nutrisi tidak dialirkan kembali ke tangki penampung.

Baca Juga:  Tips Pemeliharaan Pohon Kemiri agar Tumbuh Subur

Pecahan genting atau batu bata

Media ini berfungsi melekatkan akar. Batu bata yang akan digunakan harus dibuat menjadi kecil-kecil seperti kerikil. Semakin kecil ukurannya, kemampuan daya serap batu bata terhadap air ataupun unsur hara semakin baik. Begitu pun dengan sistem sirkulasi udara dan tingkat kelembapan di sekitar akar.