Melihat Budidaya Arwana Silver di BPBAT Jambi


Pertanianku – Permintaan ikan arwana, terlebih arwana silver terus melambung tinggi membuat penangkapan ikan ini banyak dilakukan di alam dan mengganggu kelestariannya. Karena itu, diperlukan pengembangbiakan dengan teknologi rekayasa genetik yang diharapkan dapat menghasilkan benih-benih untuk dikembalikan ke habitat aslinya.

Melihat Budidaya Arwana Silver di BPBAT JambiPelestarian populasi arwana silver, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Jambi mulai melakukan penangkaran. Kegiatan ini dilakukan dan dimulai dari koleksi dan domestikasi pada t 1999, dan pada 2002 induk arwana telah berhasil dipijahkan. “Selama rentang tahun 2002 sampai 2014, arwana telah berhasil memijah secara berkelanjutan dan terus menghasilkan benih dan calon induk baru untuk mengganti induk lama sehingga proses dari budidaya dapat dilanjutkan,” ungkap Janu Kepala Unit Pelaksana BPBAT Jambi.

BPBAT Jambi telah memelihara induk arwana silver di dalam kolam semen dengan ukuran 550 m2. Pada kolam tersebut diberikan tanaman air untuk menyerupai kondisi habitat asli ikan tersebut dan juga sebagai shelter. Penebaran induk dilakukan sebanyak 40 ekor dengan ukuran rata-rata 1.000 sampai 2.000 gram dan berumur minimal 3 sampai 4 tahun.

Selama pemeliharaan, indukan diberikan ikan rucah berduri lunak yang banyak diperjualbelikan di pasar. Pemberian pakan dapat dilakukan 40 sampai 60% dari total pakan harian setiap hari pada pukul 08.00 dan 15.00 WIB. Pengecekan induk ditandai dengan tagging yang mempunyai nomor berbeda. Hal ini dilakukan untuk menandai induk-induk yang mengerami telur sehingga nantinya dapat dengan mudah dibedakan antara jantan dan betina.

Pengecekan induk dimulai dengan menjaring indukan. Satu per satu indukan dibuka mulutnya untuk melihat dan mengeluarkan larva arwana. Ciri-ciri indukan yang sedang mengerami telur dapat dilihat dari mulut bagian bawahnya yang membesar. Sebelum mengeluarkan larva arwana terlebih dahulu dilakukan pembiusan pada induk ikan dengan benzocaine 500 ppm. Larva arwana yang sudah dikeluarkan dari mulut ikan ditempatkan dalam baskom untuk selanjutnya dipelihara di akuarium.

Baca Juga:  Mudahnya Budidaya Ikan Cupang
loading...
loading...