Melihat Cara Budidaya Kelapa Sawit

Pertanianku – Kelapa sawit merupakan tanaman perkebunan yang memiliki manfaat sebagai bahan baku pembuatan minyak. Minyak yang dihasilkan oleh kelapa sawit berbeda dengan minyak yang dihasilkan dari kelapa. Minyak sawit berwarna kuning keemasan dan memiliki aroma dan rasa yang tawar. Teksturnya mirip air bila diolah dengan benar. Dalam minyak sawit mengandung beberapa vitamin dan omega sehingga sangat baik untuk tubuh. Perkebunan kelapa sawit memiliki prosprek yang sangat besar dan menjanjikan jika dilakukan secara serius. Sebab, permintaan sawit baik untuk ekspor maupun lokal sangat meningkat tajam setiap tahunya. Jika Anda tertarik menjalankan bisnis ini. Berikut cara budidaya kelapa sawit yang harus Anda ketahui.

Melihat Cara Budidaya Kelapa Sawit

  1. Pembibitan

Proses pertama pada budidaya kelapa sawit pemilihan bibit yang unggulbisa menentukan hasil dari panen nanti. Bibit bisa dibeli dari kebun pembibitan yang sudah terpercaya. Bibit yang sudah dibeli kemudian dikecambahkan dalam polybag 12×23 atau 15×23 cm yang sudah diisi 1,5–2 kg tanah halus. Benamkan kecambah sedalam 2 cm, jaga agar tanah selalu lembab. Setelah 3–4 bulan (berdaun 4–5 helai) maka bibit dipindah dalam polybag 40×50 cm yang sudah diisi 15-30 kg tanah halus. Atur dalam posisi segitiga sama sisi dengan jarak antar tanaman 90×90 cm. Lakukan penyiangan 2–3 kali sebulan Buang bbit berpenyakit dan cacat saat umur 4 dan 9 bulan. Lakukan pemupukan dengan POC secara berkala selama 2–3 minggu sekali.

  1. Penanaman

Pada budidaya kelapa sawit tanaman ditanam pada lahan yang telah disiapkan dengan cara membuat lubang tanam ukuran 50×40 cm sedalam 40 cm dengan jarak tanam 9x9x9 m. Jika lahan berupa areal berbukit, maka dibuat terasering dan lubang berjarak 1,5 m dari sisi lereng. Penanaman dilakukan awal musim hujan. Lepaskan plastik polybag secara hati-hati dan masukkan bibit ke dalam lubang tanam. Basahi tnaman dengan air.

  1. Perawatan
Baca Juga:  Langkah Mudah Perbanyakan Tanaman Lada dengan Setek

Lakukan pada budidaya kelapa sawit penyulaman pada tanaman yang mati dengan bibit berumur 10–14 bulan. Lakukan penjarangan, usahakan dalam 1 hektar lahan hanya terdapat 135–145 pohon agar tidak ada persaingan sinar matahari. Jaga agar tanaman terhindar dari kepungan gulma dan rumput liar. Berikan pupuk urea, TSP, dan KCL setiap 6 bulan sekali dimulai dari usia tanam 6 bulan dengan dosis urea:TSP:KCL adalah 225 kg/ha:1000 kg/ha:1200kg/ha. Lakukan juga pemangkasan pasir untuk membuang daun kering, buah pertama/ buah busuk pada umur 16–20 bulan. Selanjutnya pemangkasan produksi dengan memotong daun yang tumbuhnya menumpukpada umur 20–28 bulan. Terakhir pemangkasan pemeliharaan dengan membuang daun-daun menumpuk secara rutin sampai tanaman pokok hanya mempunyai 28–54 helai. Potong bunga-bunga jantan dan betina pada umur 12–20 bulan. Agar hasil panen bisa maksimal, lakukan penyrbukan buatan pada umur 2–7 minggu pada bunga dengan kepala putik terbuka berwarna kemerah-merahan dan berlendir. campurkan serbuk sari dari pohon yang baik lalu kibaskan pada kepala putik. Jika hanya mengandalkan penyerbukan dariserangga maka hasilnya tidak akan maksimal.

  1. Pemanenan

Kelapa sawit mulai berbuah setelah 2,5 tahun dan masak 5,5 bulan setelah penyerbukan. Pemanenan dilakukan setelah berumur 31 bulan. Buah yang siap panen adalah buah yang lepas/jatuh dari tandan yang beratnya kurang lebih 10 kg.