Melihat Prospek Bisnis Ikan Gurami


Pertanianku – Ikan gurami (sering disebut juga gurame) merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Bagaimana tidak, permintaan gurami di pasaran semakin tinggi. Padahal, ikan gurami di pasaran harganya cukup mahal dibanding ikan jenis lainnya.

melihat-prospek-bisnis-ikan-gurami

Gurami termasuk salah satu dari 12 komoditas untuk pemenuhan gizi masyarakat. Di beberapa daerah, gurami bahkan menjadi salah satu komoditas unggulan pertanian. Rasa daging ikan gurami yang gurih dan lezat itulah banyak disukai masyarakat.

Gurami memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk dibudidayakan, baik dalam skala kecil maupun besar. Berikut beberapa prospek bisnis budidaya ikan gurami.

  • Harga jual ikan gurami lebih tinggi dibanding ikan air tawar lainnya sehingga secara ekonomi relatif lebih menguntungkan.
  • Permintaan pasar terhadap ikan gurami cukup tinggi dan masih belum terpenuhi sehingga peluang pasar masih terbuka lebar.
  • Lahan budidaya masih tersedia luas, dapat berupa kolam semen, empang, ataupun waduk. Petani gurami di Jawa Barat lebih banyak menggunakan empang dan waduk. Waduk Saguling, Jatiluhur, dan Cirata sangat potensial untuk memelihara gurami.
  • Pakan untuk usaha pembenihan ataupun pembesaran gurami tersedia sepanjang waktu.
  • Benih gurami banyak dihasilkan oleh pemerintah melalui Balai Benih Induk (BBI) dan pembudidaya yang khusus menjual benih.
  • Pengangkutan hasil panen gurami tergolong mudah, tetapi harus ditangani secara hati-hati.

Permintaan ikan gurami tinggi

Salah satu daerah yang membutuhkan ikan gurami paling tinggi adalah Jakarta. Saat ini, pasar di Jakarta diperkirakan menyerap gurami konsumsi sebanyak 10—15 ton/hari. Guna memenuhi permintaan pasar gurami di ibukota negara kita, Jakarta, pemasok gurami sering berburu ke Purwokerto, Parung, Indramayu, Tulungagung, Kediri, dan Subang. Akan tetapi, pasokan itu belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan.

Baca Juga:  Jangkrik Ini Dijual Rp100-an Juta!

Ikan gurami pun punya peluang untuk menjadi komoditas ekspor. Negara-negara yang masih sangat terbuka antara lain Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Gurami untuk ekspor harus memenuhi standar mutu yang telah ditentukan oleh Badan Standardisasi Nasional.

Produksi gurami masih kurang

Saat ini tercatat ada lima wilayah penghasil gurami terbesar di Indonesia, yakni Jawa Barat (34,04%), Jawa Tengah (18,67%), Sumatera Barat (15,44%), Jawa Timur (14,98%), dan Nusa Tenggara Barat (2,7%).

Produksi gurami yang ada saat ini memang belum dapat memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Hal ini terbukti dari lebih sedikitnya persediaan gurami di pasaran. Tidak seperti ikan mas dan lele yang jauh lebih mudah ditemui. Harga gurami pun relatif lebih tinggi.

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebabnya.

  • Jumlah pembudidaya gurami masih sedikit. Pembudidaya ikan lebih suka membudidayakan ikan mas dan lele, terutama lele dumbo.
  • Pertumbuhan gurami memang tidak secepat ikan mas dan lele. Oleh karena itu, panennya pun lebih lama.
  • Pertumbuhan gurami memang lambat. Selain karena kantong makannya yang lebih kecil, ikan ini adalah jenis hewan herbivora yang hanya makan protein nabati. Hal ini berbeda dengan jenis ikan konsumsi lainnya yang memakan protein hewani atau karnivora.
loading...
loading...