Melihat Prospek Budi Daya Salak Pondoh


Pertanianku – Salak pondoh atau yang memiliki nama ilmiah Salacca edulis, merupakan salah satu buah-buahan musiman yang banyak disukai masyarakat karena memiliki rasa yang manis. Selain dimakan langsung sebagai buah segar, salak bisa dikonsumsi setelah menjadi buah kalengan. Atau, sesudah diolah menjadi rujak, manisan, asinan, dan keripik.

Melihat Prospek Budi Daya Salak Pondoh

Buah ini memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit diare. Kultivar pohon salak yang memiliki banyak penggemar di antara yang lainnya adalah salak pondoh dengan daging buahnya yang berasa manis dan bertekstur renyah. Oleh karena itu, selalu ada prospek cerah di balik budi daya salak pondoh yang dikenal sebagai salak asli Yogyakarta, tepatnya di kawasan lereng Gunung Merapi. Varian salak pondoh yang dikenal di Indonesia seperti pondoh super, pondoh hitam, pondoh gading, pondoh manggala, dan pondoh nglumut. Hal inilah yang membuat prospek usaha salak pondoh yang sangat menguntungkan. Jika Anda berminat memulai usaha budi daya salak pondoh, berikut langkah-langkahnya.

  • Persiapan

Langkah pertama sebelum melakukan budi daya salak pondoh adalah mempersiapkan lahan. Salak pondoh paling baik ditanam di tanah bertekstur lempung dan berpasir yang biasanya gembur, lembap, dan subur. Salak pondoh pada hakikatnya merupakan tanaman yang memerlukan banyak air sehingga dapat tumbuh baik di wilayah dengan curah hujan cukup tinggi, atau setidaknya area dengan sistem pengaliran air yang baik, serta upayakan lahan yang dipersiapkan untuk menanam salak pondoh tersebut dekat dengan sumber air. Persiapkan lubang tanam berukuran 50x50x50cm dengan jarak tanam 2×2 sampai 2,5×2,5 meter untuk sistem monokultur, dan jarak 1,5×1,5 meter untuk sistem polikultur. Demi mutu yang baik, perhatikan dengan cermat cara tanam salak pondoh. Sebelum bibit pohon ditanam, beri pupuk kandang yang sudah jadi sebanyak 10kg ke dalam masing-masing lubang tanam.

Baca Juga:  Indonesia Perlu Belajar dari Denmark Demi Bangun Pertanian Dalam Negeri

Mempersiapkan bibit. Bibit salak pondoh yang paling baik diperoleh dengan cara vegetatif (tunas anakan). Hal ini tentunya untuk mempertahankan sifat unggul. Belilah bibit yang sudah siap tanam sekaligus dengan bibit pejantannya. Untuk selanjutnya, pembibitan dilakukan dengan teknik budi daya pencangkokan.

  • Pemeliharaan salak pondoh

Salah satu proses perawatan salak pondoh adalah penyulaman. Lakukanlah pemeriksaan terhadap produktivitas tanaman setelah 2–3 minggu penanaman bibit serta mengganti pohon yang mati, tidak berkembang, dan tidak berproduksi dengan baik. Dianjurkan melakukan penyulaman di awal musim hujan. Penyiangan sangat penting agar budi daya salak pondoh tidak diusik, yaitu rajin untuk membersihkan lahan dan memberantas rumput dan gulma atau tanaman pengganggu lainnya yang merusak pohon seperti daun, dengan mencabutinya, mencangkulnya, atau dengan cara lain.

Penggemburan tanah secara berkala wajib dilakukan demi mendapatkan panen salak pondoh berkualitas. Caranya, cangkul tanah yang digemburkan hingga membentuk gundukan agar menguatkan akar dan batang. Pemberian pupuk dilakukan untuk menambah dan meningkatkan kesuburan tanah (meregenerasi unsur hara dalam tanah), sesuai dengan syarat tumbuh kembang salak yang baik di tanah gembur dan subur. Proses pemupukan dilakukan dengan dua jenis pupuk, yakni pupuk alami atau organik (kompos dan pupuk kandang) serta pupuk kimia atau anorganik NPK dicampur urea, TSP, dan KCL dengan perbandingan 1:1:1.