Melirik Potensi Bisnis Beras Hitam


Pertanianku – Beras yang satu ini memang kurang familiar di Indonesia. Jika di Indonesia banyak orang mengenal ketan hitam, bukan berarti beras hitam juga populer seperti ketan hitam. Bahkan, mungkin banyak orang menganggap beras hitam sebagai ketan hitam. Padahal, keduanya jenis yang berbeda.

Beras hitam, beda dengan ketan hitam karena tidak lengket dan bisa dimasak serta dikonsumsi sebagai nasi biasa. Rasanya juga seperti beras merah, agak kasar karena hanya digiling pecah kulit, tanpa disosoh. Kalau beras hitam disosoh akan menjadi beras abu-abu, karena yang hitam hanya kulit arinya.

Pada zaman dahulu, di Cina, beras hitam disebut sebagai beras terlarang. Hal ini karena beras hitam hanya boleh nikmati oleh kaisar dan para bangsawan.

Yang disebut beras dan ketan hitam sebenarnya juga bukan benar-benar berwarna hitam, melainkan ungu. Namun, warna ungunya demikian kuat hingga terkesan sebagai berwarna hitam. Beras merah, dan beras hitam, belakangan dianggap lebih bermanfaat bagi kesehatan, karena tidak disosoh, hingga kulit arinya masih utuh.

Dalam kulit ari beras inilah terkandung serat serealia, yakni serat pangan yang kualitasnya paling baik bagi organ pencernaan. Selain itu, dalam kulit ari tersebut juga terkandung minyak nabati yang kaya akan asam amino, vitamin, mineral. Dalam beras hitam juga terkandung betakaroten, yang berkhasiat sebagai zat anti-oksidan.

Beras hitam memiliki zat anti-aging yang cukup tinggi, yang berguna mencegah penuaan dini. Sementara, kadar glukosanya di bawah beras merah sehingga beras hitam sangat cocok menjadi santapan para pengidap penyakit diabetes.

Beras hitam berharga lebih tinggi karena faktor pasokan yang lebih kecil dari permintaan. Juga karena secara kuantitas, hasil per satuan hektare beras hitam, lebih kecil dibanding beras putih. Saat ini, penyerap beras hitam terbesar di dunia, justru Amerika Serikat (AS). Mereka menganggap beras hitam berkhasiat luar biasa bagi kesehatan.

Baca Juga:  Luar Biasa! Ekspor Kopi Indonesia ke Korsel Meningkat Hingga 53 Persen

AS memperoleh pasokan beras hitam dari Cina. Beras hitam pertama kali dibudidayakan di negara bagian Manipur di India. Manipur diduga oleh para ahli merupakan kawasan asal-usul padi. Di Indonesia, harga beras hitam juga ditawarkan dengan harga antara Rp20.000—Rp25.000 per kg. Di tangan konsumen harganya bisa mencapai Rp35.000 per kg.

Proses penanamannya tidak jauh beda. Namun, umur tanam padi hitam lebih lama dibandingkan padi jenis lainnya. Padi hitam membutuhkan waktu 120—140 hari. Adapun masa tanam padi putih hanya 90 hari. Selain itu, bulir-bulir pada padi hitam lebih sedikit jumlahnya ketimbang padi putih.

loading...
loading...