Memahami Berbagai Permasalahan Petani Indonesia


Pertanianku — Petani merupakan pelaku utama dalam pembangunan pertanian Indonesia. Petani memiliki peran penting untuk menghasilkan produk pertanian, baik untuk keperluan bahan pangan maupun industri. Namun demikian, berbagai pemasalahan petani Indonesia, terkadang tidak memberikan kesejahteraan untuk mereka.

pemasalahan petani Indonesia
Foto: Pixabay26

Berikut ini berbagai masalah petani Indonesia yang perlu diperhatikan.

  1. Permodalan terbatas

Permodalan sering menjadi masalah ketika petani akan memulai usaha taninya. Modal menjadi masalah karena petani tidak selalu sukses dalam proses budidaya. Sifat hasil pertanian yang lebih tergantung pada alam membuat hasil panen tidak menentu.

Sering terdapat kendala seperti cuaca ekstrem dan serangan OPT. Jika petani mengalami gagal panen atau merugi tentu petani jadi tidak memiliki modal untuk melakukan usahanya kembali.

  1. Harga produk tidak stabil

Hasil pertanian ialah musiman, yang berarti produk tersebut akan memiliki jumlah yang mencukupi pada waktu tertentu saja. Misalnya, pada musim panen padi akan melimpah pasokan beras, namun pada musim paceklik, pasokannya sangat terbatas.

Sifat ini tentu sangat memengaruhi harga produk pertanian yang dihasilkan petani. Saat pasokan melimpah harga akan jatuh, sedangkan saat pasokan terbatas akan terjadi lonjakan harga.

Petani harus cerdas dalam memasarkan hasil panennya. Salah satu strategi yang dapat dilakukan petani adalah penggudangan. Dengan langkah ini, tentu produk pertanian yang ada di pasar dapat dikendalikan dan harga juga akan terkendali.

  1. Penguasaan lahan sempit

Dengan lahan garapan sempit, tentu petani juga akan mendapat penghasilan terbatas. Rata-rata petani Indonesia hanya memiliki luas lahan 0,2 hektare. Belum lagi masalah kondisi tanah yang kualitasnya tidak optimal karena penggunaan pupuk kimia dan pestisida.

Penguasaan lahan yang sempit menyebabkan rendahnya kesejahteraan petani Indonesia. Masalah ini masih terus mengakar dan menjadi pekerjaan rumah seluruh stakeholder terkait untuk membangun pertanian Indonesia lebih maju.

  1. Kelangkaan saprodi
Baca Juga:  Jenis-jenis Pemangkasan pada Tanaman Budidaya

Masalah terakhir yang sering dihadapi petani adalah kelangkaan saprodi atau sarana produksi pertanian. Padahal, saprodi di sini berperan sebagai input usaha tani yang dilakukan petani.

Sulitnya mendapatkan input ini tentu menjadi masalah karena mampu menghambat kelancaran usaha tani. Disamping sulit, terkadang saprodi ini memiliki harga yang tinggi sehingga meresahkan petani. Perlu adanya regulasi yang lebih baik agar saprodi dapat terdistribusikan dengan baik dan tepat sasaran.