Memahami FCR pada Budidaya Ikan

Pertanianku— FCR (Feed Conversion Ratio) pada budidaya ikan adalah suatu ukuran yang menyatakan rasio jumlah pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 kg daging ikan. FCR juga sering digunakan untuk mengetahui kualitas pakan yang diberikan terhadap pertumbuhan ikan. FCR ikan didapatkan melalui rumus berikut.

FCR ikan
foto: Trubus

FCR = Jumlah pakan (kg)/berat total ikan saat panen (kg)-total berat ikan pada awal tebar (kg)

Misalnya, jumlah pakan yang Anda berikan selama masa pemeliharaan adalah 480 kg. Adapun total ikan saat awal penebaran adalah 50 kg dan total panen 450 kg. Dengan begitu, FCR dapat dihitung seperti di bawah ini.

FCR = 480/450-50 = 1,2

Artinya, setiap 1,2 kg pakan yang Anda berikan pada ikan dapat membentuk 1 kg daging. Apabila nilai FCR rendah, kualitas pakan yang Anda berikan baik. Pasalnya, ikan tidak memerlukan pakan dalam jumlah besar untuk tumbuh.

Namun, jika FCR yang didapatkan tinggi, berarti kualitas pakan yang Anda gunakan kurang baik atau jumlah pakan yang diberikan tidak efektif untuk pertumbuhan berat badan ikan.

Informasi mengenai FCR ikan yang dibudidayakan sangat penting karena berkaitan dengan efisiensi pakan. Efisiensi pakan berfungsi mengukur tingkat penggunaan input, yakni pakan dan output berupa bobot daging ikan. Semakin kecil nilai efisiensi pakan, berarti pakan yang diberikan sudah baik.

Efisiensi pakan berhubungan dengan pertambahan berat, konsumsi pakan, dan konversi pakan. Pertambahan berat dapat dihitung dengan mengurangi bobot badan ikan saat panen dengan bobot ikan pada awal penebaran.

Sementara itu, konversi pakan merupakan pembagian antara berat badan yang dicapai pada bulan berlangsung dengan konsumsi pakan pada bulan tersebut. Konversi pakan didapatkan dengan membagi total pakan yang dikonsumsi dengan total hasil produksi.

Baca Juga:  Pakan Alami yang Cocok untuk Ikan Diskus

Efisiensi berkaitan erat dengan biaya yang harus Anda keluarkan selama budidaya. Apabila efisiensi pakan tidak bagus, kemungkinan besar biaya pakan yang dikeluarkan juga besar. Padahal, pakan merupakan komponen penting dan besar dalam usaha budidaya. Semakin besar biaya pakan, akan semakin besar juga biaya produksi yang dibutuhkan.