Memahami Masa Perkawinan Kambing

Pertanianku Perkawinan kambing harus dilakukan pada waktu yang tepat agar tidak membahayakan anak yang baru dilahirkan beserta induknya. Perkawinan antara kambing jantan dan betina dapat diatur sehingga Anda bisa memprediksi waktu untuk produksi ternak. Hal ini cukup penting untuk merancang usaha yang sedang dijalankan.

perkawinan kambing
foto: Pixabay

Kambing betina memasuki usia dewasa pada umur 6–8 bulan. Pada umur tersebut sudah bisa dilakukan perkawinan. Namun, untuk jenis kambing PE, perkawinan pada kisaran umur tadi sebaiknya dihindari karena perkembangan alat reproduksi belum sempurna. Perkawinan ada baiknya dilakukan saat kambing berusia 15–18 bulan.

Untuk menghindari perkawinan pada usia muda, sebaiknya kambing betina sudah dipisahkan sejak umur 5 bulan. Pemisahan tersebut perlu dilakukan di tempat penggembalaan.

Perkawinan kambing jantan dan betina harus diatur agar tidak terlalu lelah. Satu ekor pejantan dapat mengawini 20–25 ekor betina. Pejantan dapat melakukan perkawinan dalam sehari sebanyak 4–5 kali dengan intensitas 2–3 hari per minggu. Pejantan yang baik ditandai dengan selalu birahi ketika menerima rangsangan atau mencium bau kambing betina. Secara alamiah, kondisi tersebut dapat membangkitkan birahi pejantan.

Pejantan hanya dapat memberikan keturunan yang baik sampai umur delapan tahun. Lewat dari umur itu, pejantan sudah dianggap tua sehingga harus diapkir dan diganti pejantan lain yang umurnya lebih muda.

Sementara itu, betina yang tengah birahi akan menunjukkan tanda-tanda birahi seperti sering mengembik tanpa sebab, menggosok-gosokkan tubuh pada dinding kandang atau kayu, gelisah, nafsu makannya berkurang, ekornya dikibas-kibaskan, sering berkemih, bibir kemaluan agak membengkak, selaput bagian dalam agak kemerah-merahan, dan keluar lendir yang jernih.

Masa birahi betina berlangsung selama 16–20 jam dan berulang tiap tiga minggu. Saat tanda-tanda birahi sudah muncul pada betina dan jantan, sebaiknya segera lakukan perkawinan dengan memasukkan betina ke kandang pejantan. Betina yang birahi tidak akan berlari ketika didekati pejantan.

Baca Juga:  Pakan yang Tepat untuk Sapi di Masa Laktasi

Proses perkawinan dikatakan berhasil saat betina mulai menjauhi pejantan yang mendekatinya. Jika keesokan harinya betina masih menjauhi pejantan, kemungkinan besar betina sedang bunting.

Perkawinan kambing sebaiknya tidak dilakukan saat lima bulan menjelang musim hujan. Hal ini berguna untuk mencegah kelahiran pada saat intensitas hujan sedang tinggi.

Saat proses perkawinan, biasanya ada pejantan yang tidak ingin mengawini betina yang sudah dipasangkan. Bila hal tersebut terjadi, Anda harus mencari pejantan lain yang ingin mengawini betina.