Memahami Perilaku Alami Burung Puyuh

Pertanianku Burung puyuh memiliki ukuran tubuh yang relatif kecil, pendek, gemuk membulat, dan kakinya juga pendek. Meskipun ukuran tubuhnya kecil, puyuh memiliki kelebihan, yaitu gerakannya cukup gesit, terutama di habitat aslinya seperti di semak-semak. Terkadang, puyuh lebih senang hidup menyendiri, berpasangan, atau berkelompok kecil.

burung puyuh
foto: Pertanianku

Pakan burung puyuh di habitat aslinya adalah biji-bijian, buah-buahan, atau hewan kecil lainnya yang berada di hutan.

Saat ini burung puyuh sudah banyak diternakkan sebagai penghasil telur. Puyuh merupakan burung berukuran kecil dan tidak mampu terbang tinggi. Seandainya masih bisa terbang, kemampuan terbangnya sangat terbatas dan tidak bisa terbang jauh.

Di habitat aslinya, burung puyuh akan membuat sarang di semak-semak, perdu, atau di atas tanah. Sarang tersebut terbuat dari rerumputan, dedaunan, dan ranting-ranting pohon yang berada di sekitarnya.

Puyuh betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari puyuh jantan, sekitar 20 persen. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan jaringan lemak dari kerja hormon yang berkaitan dengan kandungan telur dan adanya perkembangan saluran reproduksi pada puyuh betina.

Ciri-ciri lainnya terlihat pada bagian belakang dekat dengan dubur. Daerah tersebut terlihat adanya lubang yang melebar.

Perbedaan juga terlihat pada warna bulu tubuh puyuh. Biasanya, puyuh betina berbulu lebih cerah dibandingkan jantan. Selain itu, puyuh jantan dapat berkokok, sedangkan puyuh betina tidak berkokok. Puyuh jantan akan memasang badan yang tegak dan leher menjurus ke atas dengan paruh terbuka saat akan berkokok.

Puyuh mengalami dewasa kelamin pada umur 36—40 hari dan sudah mulai bertelur saat berumur 40—42 hari. Puyuh betina dapat berpasangan dengan lebih dari satu jantan.

Dalam satu tahun, puyuh dapat menghasilkan 3—4 keturunan. Puncak produksi puyuh terjadi saat burung berumur 3—5 bulan. Setelah berumur 15—18 bulan, produksi telur puyuh mulai menurun sehingga burung menjadi kurang produktif.

Baca Juga:  Kriteria Domba Bibit yang Bagus

Jenis puyuh yang memiliki kemampuan bertelur cukup tinggi adalah Coturnix coturnix japonica. Kemampuan bertelur jenis puyuh tersebut dapat mencapai 250—300 butir per tahun.

Puyuh memiliki sifat kanibal terhadap sesama sehingga dapat saling menyerang ketika sedang birahi atau lapar.

Burung ini juga sangat peka terhadap lingkungan yang menimbulkan suara berisik. Gangguan tersebut dapat menyebabkan nafsu makan burung menurun sehingga burung lebih mudah sakit dan berhenti bertelur.