Memahami Proses Pemijahan Ikan Nila

Pertanianku — Di habitat aslinya, ikan nila sudah mulai memijah sejak berumur 4 bulan dengan ukuran panjang badan sekitar 9,5 cm dan berat sekitar 15 gram. Proses pemijahan ikan nila bisa terjadi sepanjang tahun tanpa adanya musim tertentu dengan interval kematangan telur selama dua bulan.

pemijahan ikan nila
foto: pertanianku

Ikan nila jantan memiliki naluri untuk membentuk sarang berupa lubang di dasar perairan yang lunak. Pembuatan tersebut dilakukan sebelum proses pemijahan berlangsung. Sementara itu, induk betina bernaluri untuk mengerami telur di dalam mulutnya. Kebiasaan ini sering mengganggu aktivitas makan induk sehingga pertumbuhan induk betina lebih lamban dari jantan.

Induk betina yang sudah matang gonad biasanya dapat menghasilkan telur sebanyak 250—1.100 butir telur. Telur tersebut akan menetas setelah 3—5 hari berada di dalam induk betina. Larva ikan nila akan diasuh oleh induk betina selama 10—13 hari.

Sementara itu, pemijahan yang dilakukan pada sistem budidaya diawali dengan pemilihan induk. Induk yang akan memijah minimal berbobot 100 gram per ekor agar produksinya maksimal. Supaya proses pembenihan berhasil, ikan nila yang digunakan harus bervarietas asli, seperti nila best, nila gesit, nila nirwana, nila merah, dan nila #1.

Induk berkelamin jantan dapat diidentifikasi melalui alat kelaminnya yang berbentuk meruncing, sedangkan induk betina berbentuk bulan sabit. Induk jantan hanya memiliki dua lubang, yaitu anus dan urogenital (urine dan sperma). Sementara itu, betina memiliki tiga lubang, yakni anus, genital, dan lubang urine.

Memijahkan ikan nila di dalam kolam tidak begitu sulit, asalkan konstruksi kolam benar. Dasar kolam tersebut sedikit berlumpur dan pada pintu masuk air dipasang saringan untuk mencegah ikan liar masuk. Ketinggian permukaan air di dalam kolam hanya sekitar 50—70 cm. Kolam tersebut tidak bisa langsung digunakan, harus dipersiapkan terlebih dahulu dengan pengeringan selama tiga hari, pematang diperbaiki, pengapuran, dan pemupukan.

Baca Juga:  Jenis-jenis Kolam Ikan untuk Budidaya Sesuai Fungsinya

Setelah kolam siap, induk-induk mulai dimasukkan ke kolam. Perbandingan antara induk jantan dan betina yang dikawinkan biasanya 1:3—5. Misalnya, bila induk jantan yang dimasukkan sebanyak 15 ekor, induk betina yang dimasukkan sebanyak 45—75 ekor. Proses pemasukan induk sebaiknya dilakukan pada sore hari.

Induk jantan yang sudah merasa nyaman di dalam kolam akan membuat lubang di dasar kolam yang lunak. Setelah sarang siap, biasanya induk jantan segera memburu induk betina untuk dibawa ke sarangnya. Selanjutnya, induk betina melepaskan telur, lalu induk jantan membuahinya dengan menyemprot spermanya.

Setelah selesai memijah, induk betina mengisap telur yang sudah dibuahi ke dalam mulutnya. Saat induk betina mengerami telurnya, induk jantan akan pergi untuk membuat sarang baru dan melakukan pemijahan dengan induk betina lainnya.