Memahami Sistem Penggemukan Kereman pada Sapi

Pertanianku — Ada banyak sistem penggemukan yang bisa Anda gunakan untuk mendapatkan bobot sapi yang tinggi. Sistem tersebut bisa disesuaikan dengan kondisi serta keahlian Anda saat mengelola peternakan. Salah satu sistem penggemukan yang sering digunakan adalah kereman. Sistem penggemukan ini dilakukan dengan cara menempatkan sapi-sapi dalam kandang secara terus-menerus dalam waktu yang lama. Tujuannya, mendapatkan bobot sapi yang diinginkan.

kereman
foto: pertanianku

Sistem penggemukan kereman hampir sama dengan sistem dry lot. Yang membedakan hanya tingkatannya yang berbeda dan lebih sederhana. Pemberian pakan dan minum untuk sapi ternak dilakukan di dalam kandang yang sederhana selama proses penggemukan berlangsung.

Pakan yang diberikan adalah hijauan dan konsentrat. Perbandingan kedua pakan tersebut bergantung pada ketersediaan hijauan dan konsentrat. Jika konsentrat lebih mudah diperoleh dan harga jualnya murah, perbandingan konsentrat lebih besar dibandingkan hijauan. Begitu pun sebaliknya, jika persediaan hijauan lebih banyak, pakan hijauan-lah yang lebih banyak diberikan.

Loading...

Namun tak jarang peternak hanya memberikan pakan hijauan tanpa memberikan pakan konsentrat. Tentu saja hal tersebut hanya bisa dilakukan oleh peternak yang berada pada daerah yang berpotensial menyediakan hijauan.

Konsentrat yang diberikan pada sapi yang dikereman hanya terdiri atas satu hingga dua jenis bahan. Misalnya konsentrat yang terbuat dari dedak padi dan ampas tahu, atau konsentrat lain yang terbuat dari limbah pertanian.

Sistem penggemukan ini sering digunakan oleh peternak kecil di daerah-daerah Magetan, Wonogiri, Wonosobo, Lamongan, Bondowoso, Banyuwangi, Sulawesi Selatan, dan Aceh. Daerah tersebut memiliki beberapa faktor yang mendukung penggemukan dengan sistem kereman.

Faktor utama yang paling berpengaruh adalah mudahnya mendapatkan bakalan sapi. Banyak warga desa yang membeli bakalan dan dipelihara secara kereman hingga besar dan nantinya akan dijual kepada pengepul. Sapi tersebut diibaratkan seperti tabungan atau investasi bagi warga desa.

Baca Juga:  Cara Mencegah Ayam Ngorok

Biasanya sapi yang dipelihara secara kereman adalah sapi jantan yang sudah berumur 1—2 tahun dan dalam kondisi kurus. Lama penggemukan yang harus dilakukan oleh para peternak adalah 3—6 bulan. Pertambahan bobot badan dengan sistem ini sangat bervariasi, bergantung dengan pakan yang diberikan. Biasanya setiap peternak memiliki formula ransum sendiri-sendiri. Namun, biasanya jika ransum yang diberikan hanya hijauan, pertambahan bobot badan menjadi lebih lambat.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai penggemukan sapi, Anda bisa menggali informasi tersebut melalui buku Penggemukan Sapi Potong Hari Per Hari, 3 Bulan Panen terbitan Penebar Swadaya. Buku ini mengulas secara lengkap kegiatan penggemukan sapi hari per hari untuk mendapatkan bobot yang ideal sehingga dapat dijadikan panduan oleh siapa pun, termasuk para pemula.

Loading...
Loading...