Memancing Walet dengan Pakan


Pertanianku – Pemberian pakan merupakan salah satu cara untuk memanggil walet dan seriti. Sesuai dengan kodrat makhlukhidup, walet akan cenderung datang ke sumber pakan. Pakan yang digunakan untuk mema ncing walet berupa seranggaserangga kecil yang beterbangan. Oleh karena terdapat pakan serangga itulah, walet datang dan akan terpancing masuk ke rumah untuk selanjutnya diharapkan bersarang di dalamnya.

Memancing Walet dengan Pakan

Pemberian pakan tidak dapatdipandang remeh. Dengan tersedianyapakan, burung-burung muda yang sedang belajar mencari pakan tidak perlu harus  menempuh rute yang jauh. Pentingnya suplai pakan di dalam rumah atau sekitarrumah ini sangat terasa pada musim kemarau karena pada saat itu walet harus mencari pakan ke tempat yang jauh.

Bagi walet-walet muda, rute perjalanan yang panjang akan sangat melelahkan dan berisiko terhadap kaburnya burung tersebut ke rumah lain.

  1. Memilih jenis pakan yang tepat

Penyediaan pakan walet dapatdilakukan dengan cara menangkap serangga terbang dan melepaskannya  di dalam rumah. Jerami, gaplek (singkong kering), bekatul (dedak lembut sisa penggilingan padi), jagung, padi, kedelai, dan kacang tanah yang ditebarkan di luar rumah walet dapat mengundang jenis serangga kecil. Serangga-serangga ini menjadi daya tarik bagi walet untuk datang dan menyambarnya.

Bahan lain yang mengundang serangga kecil datang antara lain buah busuk atau kulit buah, sampah organik, dan kotoran ternak. Pada dasarnya, serangga-seranggatidak mau terbang jika tidak diganggu atau digerakkan. Adanya bahan-bahan busuk  tersebut diharapkan dapat mengundang serangga terbang. Serangga ini dapat menjadi pakan walet. Penyediaan pakan ini dilakukan terus-menerus sampai ada walet yang melihat serangga-serangga tersebut dan menyantapnya.

  1. Rutinitas penyajian

Rutinitas walet datang ke rumah yang terdapat pakan serangga tentu berhubungan dengan adanya serangga di rumah tersebut. Oleh karena itu, bahanbahan penghasil serangga harus terus disajikan agar walet juga terus datang ke rumah itu. Misalnya, serangga gaplek akan habis dalam waktu dua bulan. Sebelum serangga habis maka harus disiapkan gaplek baru sehingga produksi serangga tidak terputus.

Baca Juga:  Cara Tradisional Membuat Telur Asin

Agar produksi serangga gaplek padapemberian kedua tidak membutuhkan waktu lama, gaplek yang lama perlu  dicampur dengan gaplek baru. Gaplek lama masih terdapat sisa-sisa serangga dan telurnya. Dengan demikian, serangga pada gaplek baru akan lebih cepat keluar.

 

Sumber: Buku Panduan Lengkap Walet

 

loading...
loading...