Memberdayakan Masyarakat Melalui Lele


    Pertanianku – Seorang mahasiswa semester 8 Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga ini telah menjadi seorang wirausaha muda yang berbakat. Ia adalah Muhammad Aminuddin Ghufron Ali Musmar yang memiliki segudang prestasi di luar bidang akademisnya.

    Pria yang akrab disapa Ali Ghufron ini memiliki prestasi yang sangat membanggakan. Pria kelahiran Bojonegoro, 1995 ini memulai program kerja budidaya lele. Ali tertarik mengembangkan lele karena keprihatinannya melihat warga Desa Gajah—tempat ia tinggal—banyak di antaranya berprofesi sebagai pembudidaya lele yang akhirnya gulung tikar.

    Ali Ghufron berkeinginan untuk menumbuhkan lagi minat masyarakat setempat mengembangkan budidaya lele. Apalagi, melihat banyak pemuda desa yang belum mendapatkan pekerjaan di daerah tempat tinggalnya.

    Untuk merealisasikannya, ia beserta tim membangun percontohan budidaya lele yang ia lakukan di pekarangan rumahnya agar masyarakat dapat melihatnya secara langsung. Di situ, Ghufron membangun tiga kolam lele. Modal sebesar Rp15 juta pun digelontorkan untuk membangun ketiga kolam tersebut.

    Setelah warga setempat melihat tata cara dan mempelajari teknik budidaya yang diajarkan oleh Ghufron, mulailah beberapa warga tertarik untuk ikut mengikuti jejak Ghufron. Apalagi sistem budidayanya yang tergolong cukup mudah.

    Ghufron pun mengajarkan pada warga untuk menekan biaya produksi dengan cara membuat kolam terpal menggunakan rangka dari pohon bambu yang banyak tersedia. Kini berkat pemakaian kolam terpal, usaha budidaya lele cepat diterima masyarakat setempat.

    Bahkan, kini ada 20 orang warga Desa Cengking membudidayakan lele, serta 10 orang dari luar Desa Cengking. Rata-rata mereka membuat 2—5 kolam.

    Lele hasil panen dijual Rp22.000 hingga Rp27.000 per kilogram (kg), dan borongan Rp15.000 per kg. Dengan begitu, masyarakat memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp2 juta—Rp6 juta per bulannya.

    Baca Juga:  Ternyata Bukan Raffles! Ini Dia Fakta Seputar Penemuan Bunga Rafflesia

    Kini Ghufron berhasil meningkatkan perekonomian warga setempat. Tak berhenti sampai di situ saja, Ghufron juga membantu pemasaran produksi dengan mendatangkan pembeli ikan yang menawarkan harga lebih tinggi daripada tengkulak.

    Berkat ketekunan dan kesungguhannya memberdayakan masyarakat desanya, Ghufron berhasil menjadi kandidat Trubus Kusala Swadaya 2017, sebuah ajang penghargaan bagi orang-orang yang berhasil memberdayakan dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitarnya. Sangat menginspirasi bukan pria berusia 22 tahun ini?! Jika Ghufron bisa, tidak menutup kemungkinan Anda juga bisa mengikuti jejaknya. Semoga menginspirasi!

    loading...
    loading...