Membuat Dekomposer Pupuk Bokashi

Pertanianku — Pupuk organik lebih diminati karena secara keseluruhan aman bagi tanaman. Zat yang terkandung dalam pupuk organik pun dibutuhkan dan tidak menimbulkan residu yang berbahaya. Beberapa jenis pupuk organik yang sering digunakan adalah pupuk kandang, dan pupuk kompos, termasuk pupuk bokashi.

pupuk bokashi
Foto: freepik

Pupuk bokashi berasal dari Jepang dan dipopulerkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa. Dalam bahasa Indonesia, kata ‘bokashi’ memiliki arti ‘perubahan secara bertahap’. Pupuk ini dapat dibuat dalam jangka waktu yang lebih singkat, yakni 1—14 hari sejak bahan-bahan difermentasi dengan dekomposer.

Dekomposer yang digunakan dalam pembuatan pupuk bokashi disebut sebagai EM4. Dekomposer ini terdiri atas bakteri fotosintesis, bakteri asam laktat (Lactobacillus sp), Actinomycetes, dan ragi. Seluruh mikroorganisme tersebut dikenal dapat menguraikan sampah organik dengan cepat.


Loading...

Di pasaran, dekomposer EM4 dijual dalam bentuk cairan kental. Ada banyak ukuran kemasan EM4 yang dapat Anda sesuaikan dengan kebutuhan. Penggunaannya pun sederhana. Larutan EM4 hanya perlu diencerkan dan dicampurkan dengan bahan organik. Kemudian, fermentasi dilakukan hingga bahan organik berbau dan berwarna seperti tanah.

Kini, Anda juga bisa membuat campuran dekomposer ini sendiri. Nantinya, EM4 ini dapat digunakan untuk produksi pupuk bokashi dalam skala industri ataupun skala rumah tangga, tergantung kebutuhan tanaman Anda.

Bahan baku pembuatan dekomposer sebagai berikut. Siapkan buah-buahan berupa pepaya dan kulitnya sebanyak 0,5 kilogram, pisang dan kulitnya sebanyak 0,5 kilogram, serta nanas dan kulitnya sebanyak 0,5 kilogram.

Siapkan juga sayuran segar berupa kacang panjang sebanyak ¼ kilogram dan sayuran hijau (kangkung atau bayam sebanyak ¼ kilogram). Bahan lain yang diperlukan adalah gula pasir sebanyak 1 kilogram dan 5 butir ragi tape.

Haluskan seluruh bahan sayuran dan buah-buahan. Lumat menggunakan blender agar lebih halus dan mudah tercampur. Gunakan wadah berupa ember yang dilengkapi dengan penutup untuk melakukan fermentasi pupuk.

Baca Juga:  Pengendalian OPT Hayati Semakin Diminati

Masukkan campuran yang sudah dilumatkan ke ember tersebut. Tambahkan air sebanyak 1 liter, dan masukkan semua gula pasir dan ragi tape. Aduk hingga rata dan tutup ember hingga rapat. Diamkan agar terjadi fermentasi selama 7 hari.

Di hari ketujuh, Anda akan mendapati campuran tersebut berubah warna menjadi berwarna cokelat gelap. Saring cairan tersebut dan pisahkan. Air yang dihasilkan dari fermentasi adalah mikroorganisme dekomposer bagi pupuk bokashi yang diinginkan. Simpan cairan ini dalam wadah tertutup.

Larutan dekomposer bokashi dapat digunakan hingga jangka waktu 6 bulan setelah pembuatan. Sementara itu, ampasnya dapat dijadikan pupuk kompos bagi tanaman Anda.

 

Loading...
Loading...