Membuat desain Jaringan Untuk Berhidroponik


Inilah Alasan Mengapa Kalian Harus Berhidroponik

  1. Sistem kerja irigasi

Memakai sistem fertigation—fertilizer and irrigation system. Maksudnya, penyiraman dan pemupukan budi daya sayuran dengan teknik hidroponik dilakukan secara bersamaan. Penyiraman dan pemupukan sangat menentukan pertumbuhan, produktivitas, dan kualitas tanaman. Teknis penyiraman dan pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan sistem irigasi. Teknis fertigasinya tergantung dari jenis tanaman dan media yang digunakan dalam budidaya sayuran.

  1. Tangki bak

Terbuat dari plastik atau galvanil dengan ukuran tergantung populasi tanaman. Tangki penampung 500 liter dapat digunakan untuk mengaliri kebun seluas 500 m2. Tangki dipendam di dalam tanah. Di dalam tangki terdapat pompa 3/4 HP.

  1. Peralatan fertigasi

Satu alat yang penting untuk fertigasi adalah alat distribusi penyiraman dan pemupukan. Spesifikasi alat distribusi fertigasi:

  • Head unit pompa 1 HP dengan kapasitas area 1.000 m2.
  • Dudukan head unit, rangka besi ukuran 100 cm x 120 cm x 20 cm.
  • Water tank plastik kapasitas 500 liter .
  • Dripline irigasi, sistem mist irigasi sistem, system PRV.
  • Discfilter, balvalve instalation pralon panel kontrol.
  • Ozonizer, alat untuk membunuh kuman.
  • pH meter, pengukur pH air.
  • EC tester, pengukur ion kation dan anion dalam laturan nutrisi
  1. Pompa

Pompa mendorong larutan nutrisi masuk menuju ke pipa distribusi yang terbuat dari pipa pralon 1,5 inci. Air nutrisi didistribusikan dari pipa distribusi melalui selang plastik menuju rak talang. Air mengalir sesuai gravitasi di rak talang menuju bak penampung yang akhirnya masuk ke tangki kembali. Idealnya, pompa dapat mengalirkan air dengan debit 1—2 liter/menit.

 

Sumber: Buku Hidroponik Sayuran

Baca Juga:  AS Punya Apel Hasil Rekayasa Genetik
loading...
loading...