Membuat Minyak dari Tanaman Nilam

Pertanianku – Nilam (Pogostemon cablin Benth) merupakan tanaman perdu wangi, berdaun halus, dan berbatang segi empat. Tanaman ini diperbanyak dengan setek. Nilam dapat tumbuh pada lahan di dataran paling rendah hingga dataran yang cukup tinggi yaitu sampai 2.000 m dpl.

Membuat Minyak dari Tanaman nilam

Namun, rendemen yang dihasilkan relatif tinggi pada dataran rendah dan penanaman di lahan terbuka atau sedikit pohon pelindung. Minyak asiri yang dihasilkan dikenal dengan sebutan minyak nilam (Patchouli oil) yang berguna sebagai bahan baku pengikat (fiksatif) serta bahan pengendali penerbang (eteris) untuk wewangian atau parfum.

  1. Bahan baku

Bagian tanaman yang digunakan sebagai bahan baku yaitu daun, ranting, dan batang. Umur panen nilam perdana berkisar 6—7 bulan. Nilam dapat dipanen setiap 2—3 bulan sekali. Adapun bagian tanaman yang dipanen yaitu tiga pasang daun termuda.

  1. Persiapan bahan baku

Setelah dipanen, tanaman dirajang sepanjang 10—15 cm. Hasil Rajangan kemudian dijemur dan dikeringanginkan di bawah sinar matahari selama 2—3 hari hingga kadar air yang tersisa sebanyak 15%. Penjemuran sebaiknya dilakukan pada pukul 10.00—14.00. Selama penjemuran, nilam dibolak-balik sebanyak 2—3 kali sehari.

Jika pemanenan dilakukan secara bertahap, nilam yang telah kering dapat disimpan sementara waktu hingga kapasitas mesin suling terpenuhi. Selama penyimpanan, kadar air harus terus dipertahankan sampai waktu penyulingan tiba. Penyimpanan hendaknya dilakukan dalam tempat yang tidak lembap dan memiliki ventilasi serta sirkulasi udara yang baik. Oleh sebab itu, tempat penyimpanan dibuat dalam bentuk rak-rak.

  1. Proses pembuatan minyak

Metode pembuatan minyak nilam yaitu penyulingan. Proses penyulingan diawali dengan memasukkan air terlebih dahulu hingga batas yang diinginkan. Pada water and steam distillation, air dimasukkan hingga mendekati batas sarangan. Selanjutnya, masukkan bahan ke dalam ketel suling.

Baca Juga:  Resep Agar-Agar Rosella, Dessert Manis yang Bernutrisi

Sebelum proses penyulingan dimulai, pastikan bahwa semua sambungan, lubang inlet maupun outlet telah tertutup rapat. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kebocoran yang berakibat keluarnya semburan liar uap dan terbuangnya uap asiri.

Selanjutnya, pastikan bahwa air dalam kondensor telah tersedia dalam jumlah yang diperlukan. Ketersediaan air ini penting untuk memperlancar proses kondensasi. Setelah semua instalasi dipastikan aman dan bekerja dengan  baik, nyalakan api hingga suhu dan tekanan mencapai ukuran yang diinginkan. Segera setelah air mendidih, minyak sudah dapat terlihat pada tabung pemisah. Lama penyulingan sangat tergantung dari banyaknya bahan dan kapasitas ketel. Namun, cara mudah untuk mengetahui akhir dari proses penyulingan yaitu tidak keluarnya minyak pada tabung pemisah (florentine flask).

Minyak yang keluar segera ditampung dalam wadah penampung dengan membuka keran pada tabung pemisah. Konstruksi wadah penampung hendaknya dapat menghindari penguapan yang lebih banyak, misalnya menggunakan botol dengan mulut yang kecil. Usahakan juga agar suhu pada wadah penampung antara 20—25o C untuk menghindari penguapan.

 

 

Sumber: Buku Memproduksi 15 Minyak Asiri Berkualitas

 


loading...