Membuat Pakan Ikan Gurami dari Moina Sp


Pertanianku – Bagi Anda yang memiliki usaha budidaya ikan gurami, memberi pakan yang baik adalah hal paling penting untuk membantu proses pertumbuhan ikan. Salah satu pakan efektif yang bisa Anda berikan pada ikan-ikan Anda adalah moina sp.

Membuat Pakan Ikan Gurami dari Moina Sp

Hewan renik dari kelas Crustacea dan ordo Cladocera ini juga disebut kutu air. Banyak yang menggunakan hewan ini sebagai pakan ikan kecil atau benih. Bentuk tubuh moina melebar ke samping dengan ruas-ruas pada tubuhnya. Dinding tubuh bagian punggung membentuk lipatan sehingga tampak seperti cangkang kerang. Di bagian belakang cangkang terdapat sebuah kantong yang berfungsi sebagai tempat penampungan dan perkembangan telur. Moina sp. ditemukan di perairan yang banyak mengandung bahan organik terlarut. Makanan utamanya terdiri atas tumbuhan renik, sisa bahan organik, dan hewan renik yang lebih kecil. Telur hewan ini berkembang tanpa perkawinan. Berikut membuat pakan ikan gurami dengan cara mengultur moina sp.

  • Gunakan bak plastik, bak semen, atau fiberglass berkapasitas satu ton. Bak harus terlindung dari cahaya matahari secara langsung. Bak diisi dengan air tawar setinggi 60 cm. Usahakan suhu air 27—30 derajat Celsius.
  • Sebagai pupuknya, gunakan kotoran ayam dan bungkil kelapa. Sekitar 10 kg kotoran ayam kering dilarutkan ke dalam 90 liter air. Larutan ini direndam selama 10 hari dan diberi aerasi menggunakan blower. Sementara itu, bungkil kelapa ditumbuk halus, lalu diayak dan disaring.
  • Pemupukan dilakukan dengan mencampurkan 1.000 ml/ton larutan kotoran ayam ke dalam 200 gram/ton bubuk bungkil kelapa. Campuran tersebut dimasukkan dalam kantong dari kain dan diperas berkali-kali sampai seluruh cairannya keluar. Cairan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kolam pengulturan.
  • Bibit moina dimasukkan ke kolam setelah 18 hari pemupukan. Padat penebarannya sekitar 30 ekor/liter. Ukuran moina yang digunakan lebih dari 500 mikron.
  • Jika pemeliharaannya baik, dalam waktu tujuh hari setelah bibit ditebar, moina sudah dapat dipanen karena jumlahnya sudah mencapai 5.000 ekor/liter.
  • Moina dipanen menggunakan seser dengan lubang halus, kemudian ditampung dalam wadah seperti ember.
Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

Moina dapat dipelihara supaya ketersediaan pakan dapat berlanjut. Cara pemeliharaannya sebagai berikut.

  • Pemeliharaan moina dilakukan di kolam tembok atau di kolam tanah berukuran 100—150 m2.
  • Keringkan kolam di bawah terik matahari hingga dasar kolam retak-retak.
  • Cangkul dasar kolam untuk membalik tanah sehingga udara masuk ke dasar kolam.
  • Jika ada yang rusak, perbaiki saluran air dan tutup kebocoran pada tanggul.
  • Larutkan kotoran ayam kering sebanyak 10 kg ke dalam 90 liter air.
  • Diamkan larutan tersebut selama satu minggu dan berikan aerasi ke dalamnya.
  • Tambahkan tepung kedelai dan tepung kelapa yang sudah diayak dengan saringan 500 mikron.
  • Campurkan bungkil kelapa sebanyak 200 gram/m3 ke dalam 1 liter/m3 larutan di atas. Setelah diaduk rata, masukkan ke karung dan gantung di dalam wadah pemeliharaan. Supaya proses pemupukan merata, campuran adonan dapat dibagi menjadi beberapa karung dan diletakkan di setiap sudut kolam.
  • Diamkan selam satu hari, kemudian masukkan bibit moina ke kolam dan lakukan pemeliharaan selama satu minggu.
  • Pada hari kedelapan, populasi moina mencapai sekitar 4.000 ekor/liter air. Saat itu, moina sudah dapat dipanen menggunakan scoop net yang digunakan berukuran 500—1.000 mikron, moina akan terpisah dari jentik nyamuk yang menumpang hidup di dalam kolam.
  • Untuk mempertahankan populasi moina, pemupukan dilakukan 4—5 hari sekali sejak pemanenan pertama dengan dosis seperempat dari dosis awal.
loading...
loading...