Membuat Pakan Ikan Terapung dengan Mesin Ekstruder


Pertanianku – Jika Anda tertarik untuk memulai bisnis pembiakan dan pembesaran ikan, perlu perhitungan dan kemampuan yang cukup. Hal ini tak lepas dari kenyataan bahwa yang Anda tangani adalah mahluk hidup. Inilah yang membuat Anda harus ekstra hati-hati dalam berbagai hal. Salah penanganan bisa-bisa berujung pada gagal panen yang tentunya tidak diharapkan. Jika Anda berminat, berikut cara membuat pakan ikan terapung dengan mesin ekstruder.

Membuat Pakan Ikan Terapung dengan Mesin Ekstruder

  • Kelebihan pakan terapung

Pada bisnis pakan ikan. Beberapa jenis ikan masuk kedalam jenis pemakan permukaan. Dan ada juga yang makan di bagian bawah kolam. Dari perbedaan perilaku ini, perlu jenis ikan akan memiliki pengaruh pada pemberian   makanan yang efektif. Tapi, bukan berarti Anda harus menuruti sifat alami ikan. Perlu diingat bahwa pakan ikan yang mudah tenggelam menyebabkan penumpukan jika tidak habis dimakan. Untuk alasan inilah, pelet apung tetap lebih baik karena secara alami ikan lele yang yang lapar sekalipun akan memakan pakan yang terapung.

  • Syarat mutlak bahan pakan ikan terapung

Dengan cara pembuatan yang biasa, setiap orang pasti akan punya pelet murah bikinan sendiri. Sayangnya, pelet dasar ini biasanya susah mengapung. Hal ini tidak lepas dari bahan yang dipilih. Untuk pelet apung, setidaknya semua bahan sudah berbentuk bubuk atau tepung. Jika sebelumnya menggunakan ikan sisa biasa yang dihaluskan, Anda perlu membuatnya menjadi tepung ikan. Cara membuat tepung ikan ini sebenarnya mudah. Ikan bisa dijemur atau dioven terlebih dahulu. Setelah kering, ikan lalu dihaluskan dengan bantuan mesin penepung.

  • Tahap pembuatan pakan apung

Langkah dalam membuat pakan ikan apung dimulai dengan memasukkan bahan yang bersifat perekat terlebih dahulu. Yang bisa dimasukkan pertama kali misalnya tepung tapioka dengan pemakaian sekitar 10–20% dari total campuran pakan total. Bisa ditambahkan air secukupnya agar bisa mengikat adonan lainnya. Sebagai alternatif, bisa juga dipakai tepung gaplek dan tepung onggok. Lalu, masukkan bahan sumber protein utama seperti tepung ikan minimal 20% dari total campuran pakan total. Tepung ikan bisa juga diganti dengan tepung kepala udang, tepung tulang, ataupun tepung jeroan. Masukkan bahan pelengkap lainnya seperti dedak halus maksimal sebanyak 30% dari total campuran pakan total. Jika memakai bungkil kedelai bisa dengan konsentrasi maksimal 40%. Untuk pelengkap lainnya seperti minyak ikan maksimal 10% dari total campuran pakan total. Bisa juga ditambahkan 1–2% kalsium karbonat atau kapur dan juga sekitar 1–3% vitamin B komplek dan vitamin lainnya. Semua bahan ini kemudian dicampur dengan mixer selama 10 menit hingga benar-benar rata. Selanjutnya, campuran ini diolah dengan mesin ekstruder sistem kering. Secara otomatis, pelet yang dihasilkan sudah dalam keadaan kering dan memiliki sifat pakan apung.

  • Ketergantungan pada mesin ekstruder
Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor

Untuk dapat menghasilkan pakan ikan yang bisa mengapung, homogenitas bahan campuran dan peranan mesin ekstruder sangat besar. Untuk alasan ini jangan pernah mencampurkan bahan yang tidak diolah dulu ke dalam bentuk tepung. Hal ini akan mengganggu proses pencampuran. Jika dipaksakan, biasanya akan sulit dihasilkan pori-pori udara dalam campuran. Hasilnya adalah pakan kering yang tak bisa mengapung. Sampai saat ini belum ada yang bisa membuat pakan apung tanpa bantuan mesin ekstruder. Dengan bantuan mesin ekstruder,  membuat pakan ikan sendiri yang bisa terapung relatif mudah.

loading...
loading...