Membuat Pupuk dari Kotoran Kambing

PertaniankuPupuk kotoran kambing merupakan salah satu jenis pupuk kandang yang sering digunakan oleh petani. Pupuk organik ini memiliki banyak manfaat bagi tanaman dan tanah. Selain itu, pupuk dapat dijual sehingga bisa menambah pemasukan peternak kambing.

pupuk kotoran kambing
foto: pertanianku

Salah satu tantangan saat membuat pupuk organik adalah tingkat kematangan pupuk. Pupuk harus melalui proses fermentasi yang sempurna agar pupuk kandang aman bagi tanaman dan tanah. Pupuk yang belum matang dapat berbahaya dan bisa menyebabkan tanaman sengsara.

Selain tingkat kematangan, Anda juga perlu sabar dan rajin karena proses fermentasi berlangsung selama beberapa minggu. Selama proses fermentasi, Anda perlu rajin mengontrol kondisinya.

Anda membutuhkan bahan-bahan tambahan untuk membuat pupuk kotoran kambing, seperti dedak, sekam, daun tagetes, dan kacang babi. Untuk Anda yang tertarik mencoba membuat pupuk kotoran kambing sendiri, simak ulasan berikut ini.

Bahan-bahan:

  • 600—800 kg kotoran kambing
  • 59 kg dedak
  • 150 kg sekam
  • 15 kg daun tagetes
  • 15 kg kacang babi
  • 200 ml molase atau 250 gram gula putih lokal atau gula aren yang diencerkan dengan 1 liter air
  • 1 liter EM-4

Cara membuat:

  • Hancurkan semua bahan, lalu campur.
  • Siram 200 ml molase dan 1 liter EM-4 untuk mempercepat penguraian. Anda bisa mengganti molase jika sulit didapatkan dengan air gula.
  • Siram bahan dengan air bersih secukupnya hingga merata agar lembap. Setelah itu, tutup pupuk dengan karung plastik agar proses fermentasi berlangsung. Proses fermentasi akan berlangsung selama 2 minggu hingga satu bulan hingga bahan organik mengeluarkan bau seperti tape/ Bila bahan organik masih mengeluarkan bau yang tidak sedap dan jika dipegang terasa panas, kemungkinan besar pupuk tersebut belum matang.
Baca Juga:  Prospek Cerah Ternak Jangkrik

Ketujuh bahan tersebut mampu menghasilkan pupuk kandang sebanyak 1 ton pupuk. Anda bisa memberikan pupuk kandang kambing ke tanaman sayur dengan dosis 50—200 gram per tanaman.