Membuat Pupuk Organik Cair dari Urine Sapi

Pertanianku Pupuk organik cair (POC) dari urine sapi dapat menjadi alternatif bagi petani untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga tanaman dari serangan hama. Melansir dari cybex.pertanian.go.id, petani muda bernama Ahmad Khoirul Ulum mengaplikasikan POC urine sapi pada lahan padi miliknya seluas 450 m2. Pengaplikasian tersebut berhasil membuat padinya lebih segar, terhindar dari serangan walang sangit, dan hasil panennya meningkat.

pupuk organik cair
foto: Pertanianku

Selain itu, POC juga diuji coba pada tanaman tomat, dengan perbandingan tomat A menggunakan pupuk kimia, sedangkan tomat B menggunakan ½ dosis pupuk kimia ditambah POC urine sapi. Uji coba tersebut menunjukkan bahwa tanaman tomat yang menggunakan POC memiliki buah yang lebih besar dan berwarna lebih merah segar.

Urine sapi yang digunakan untuk membuat pupuk cair ini mengandung senyawa nitrogen, fosfor, kalium, dan air yang lebih tinggi dibanding kotoran sapi padat. Selain itu, urine juga mengandung zat perangsang tumbuh yang dapat digunakan sebagai zat pengatur tumbuh (ZPT) tanaman. Bau yang keluar dari urine tersebut mampu mencegah hadirnya beberapa hama tanaman.

POC memiliki efek residu positif sehingga produktivitas pertumbuhan tanaman di musim berikutnya dapat tetap terjaga. POC juga dapat memperbaiki struktur tanah menjadi gembur dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah yang menguntungkan.

Anda perlu mengolah urine sapi tersebut agar aman untuk tanaman. Berikut ini beberapa bahan dan peralatan serta cara pembuatan POC urine sapi.

Bahan-bahan:

  • 10 liter urine sapi yang sudah disaring
  • 220 ml bioaktivator seperti Superdegra, EM-4, Semanggi, atau MOL
  • 55 ml tetes tebu/gula merah
  • 550 ml air pertama cucian beras

Alat:

  • Timba
  • Jerigen/wadah tertutup berkapasitas 18 liter
  • Alat pengaduk
  • Gelas ukur
  • Saringan

Cara membuat:

  • Masukan semua bahan ke wadah secara berurutan. Bahan pertama yang dimasukkan adalah urine sapi, kemudian diikuti dengan air cucian beras, tetes tebu, dan EM-4.
  • Aduk searah jarum jam hingga seluruh bahan tercampur merata.
  • Tutup rapat wadah tersebut agar proses fermentasi berjalan sempurna. Proses fermentasi berlangsung selama dua minggu.
  • Buka penutup setiap tiga hari sekali untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi.
  • Simpan wadah di tempat kering dan tidak terpapar sinar matahari secara langsung agar bioaktivator tidak mati.
Baca Juga:  Makanan yang Tepat untuk Kelinci

POC yang sudah matang akan berwarna kuning kecokelatan dan berbau seperti tape. Bahan pembentuknya sudah membusuk dan terlihat ada bercak putih-putih. Semakin banyak bercak, semakin bagus. Suhu POC yang matang sekitar 30—50°C dengan kisaran pH 6,5—7,5 (netral).