Memelihara Baglog Jamur Tiram


Pertanianku – Kegiatan pemeliharaan selama pembesaran jamur tiram antara lain menjaga lingkungan tumbuhnya, yakni mencakup faktor-faktor sebagai berikut.

Jamur tiram kumbung

  1. Kelembapan

Pertumbuhan optimal jamur tiram dapat diperoleh dengan selalu menjaga kelembapannya, yakni dengan melakukan penyemprotanbaglog dan penyiraman lantai kumbung. Biasanya, penyemprotan  baglog dilakukan pada siang/sore hari dengan frekuensi satu kali sehari. Kegiatan penyiraman lantai kumbung dilakukan pada pagi hari dengan frekuensi yang sama seperti penyemprotan baglog. Selain itu, usahakan agar jamur tidak kekurangan udara segar.

Lantai rumah kumbung sebaiknya beralaskan tanah agar setelah penyiraman lantai, kelembapan rumah kumbung tetap terjaga. Namun, jika lantai yang digunakan berupa lantai semen atau keramik, penyiraman tetap dapat dilakukan, yakni dengan membiarkanair bekas siraman tetap tergenang. Biasanya, esok paginya lantai kumbung akan kering kembali dan d ilakukan penyiraman kembali.

  1. pH

Tingkat keasaman yang mendukung pertumbuhan jamur tiram adalah pada kisaran netral (pH: 5—7).

  1. Suhu

Suhu yang dibutuhkan jamur tiram berbeda-beda, tergantung tahapan pertumbuhannya. Untuk pertumbuhan miselium, suhu yang dibutuhkan adalah 230—280 C, sedangkan untuk pertumbuhan tubuh buah sekitar 170—230 C.

  1. Intensitas cahaya

Intensitas cahaya lebih dibutuhkan pada saat pertumbuhan tubuh buah daripada saat pembentukan miselium. Namun, sebaiknya baglog tidak terpapar langsung cahaya matahari karenadapat menghambat pertumbuhan miselium atau merusak tubuh buah yang sudah terbentuk.

  1. Oksigen

Selama masa pertumbuhan, jamur tiram membutuhkan asupan oksigen yang cukup. Hal ini karena jamur tiram merupakan tanaman saprofit semiaerob yang sangat membutuhkan oksigen. Persediaan oksigen yang terbatas bisa menyebabkan jamur layu dan mati.Melakukan budi daya jamur tiram memang terbilanggampang-gampang susah. Untuk itu, faktor-faktor yang menunjangpertumbuhannya harus selalu diperhatikan, baik faktor lingkungan tumbuh (suhu, cahaya, dan kelembapan), kebersihan (tempat,alat, bahan, dan pekerja), kesabaran, serta keuletan selama masa perawatan. Jika tidak, hasil yang akan dicapai tidak akan optimal atau bahkan bisa gagal. Saat ini, faktor ketinggian tempat sudah bukan masalah bagi para pembudidaya jamur tiram.

Baca Juga:  Inilah Khasiat Tak terduga dari Jus Bayam

Melalui percobaanpercobaan dengan modifikasi takaran bahan media dan faktor lingkungan tempat tumbuh, jamur tiram bisa tumbuh dengan baik di daerah dataran rendah seperti Bantul, Yogyakarta. Oleh karena itu, jamur tiram sudah tidak identik lagi dengan daerah dataran tinggi.

loading...
loading...