Memelihara Ternak di Belakang Rumah? Ini Dia Dampak Buruknya!

Pertanianku — Sejumlah pakar penyakit menular di Australia mengungkapkan bahwa kebiasaan warga memelihara ternak di belakang rumah semakin meningkat. Padahal, hal ini berpotensi menjadi bom waktu penyebaran wabah penyakit.

memelihara ternak di belakang rumah
Foto: Pixabay

Direktur penelitian lembaga penelitian utama di Australia CSIRO untuk Kesehatan dan Biosecurity Paul De Barro mengatakan ada risiko yang semakin besar bahwa ayam, babi, atau kambing yang dipelihara bisa menjadi pembawa wabah penyakit yang mematikan manusia.

Hewan peliharaan, khususnya di pinggiran kota, terpapar hewan liar, seperti kelelawar, yang membawa penyakit seperti virus Hendra atau Nipah. “Ketika populasi urban menyebar, mereka pindah ke area hutan, area alami dan karena itu kita semakin dekat dengan hewan liar,” katanya seperti dilansir dari ABC.

Perubahan iklim juga dianggap sebagai sebuah faktor pemicu, di mana hewan-hewan telah mengubah perilaku mereka. Ini misalnya kelelawar terbang yang menjadi semakin sering dijumpai di perkotaan, 50 tahun yang lalu hal itu tidak dijumpai.

“Ketika kita mendapatkan perubahan ini, risiko dari kemungkinan penyebaran dari hewan ke manusia semakin meningkat.”

Dr. de Barro mengatakan risiko penyebaran penyakit dari hewan ke manusia juga bisa dialami mereka yang tinggal di perkotaan. Dikatakannya, misalnya ada wabah flu burung, pihak berwenang di Australia tidak akan tahu siapa yang memiliki ayam atau di mana, karena tidak adanya pendaftaran kepemilikan hewan di sini. Oleh karena itu, usaha membendung wabah penyakit itu tidak mungkin terjadi.

“Yang tidak kita ketahui adalah kapan mereka akan terjadi, kita tidak tahu frekuensinya dan kita bahkan tidak tahu skala atau konsekuensinya,” ujarnya.

Menurut Dr. de Barro, para ilmuwan juga sampai sekarang belum memahami bagaimana sebuah penyakit bisa berpindah dari hewan liar ke hewan peliharaan. Dan selanjutnya penyakit itu menular ke manusia.

Baca Juga:  5 Keuntungan Mengonsumsi Ikan Setiap Hari

Survei nasional terhadap satwa liar yang terus berlangsung dan penyakit yang mereka bawa sangat penting untuk mengurangi risiko. Dr. de Barro mengakui wabah jarang terjadi di Australia, tetapi dia memperingatkan bahwa peluang hal itu terjadi ada di sekitar kita.

“Di sebelah utara kita adalah ‘wilayah panas’ Asia, yaitu Asia Tenggara di mana sering terjadi penyebaran wabah penyakit karena ada warga hidup berdampingan dengan babi dan unggas dan hewan liar lainnya,” katanya.

Loading...