Meminimalisasi Tingkat Kematian Ayam


Pertanianku – Kematian pada ayam petelur dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya penyakit, pemberian pakan yang tidak tepat, keracunan, lingkungan yang tidak sesuai, perlakuan kasar dari tenaga kandang, dan stres. Agar tingkat kematian ayam dapat ditekan, beberapa langkah harusdilakukan adalah selalu menjaga kebersihan dan kenyaman kandang, menjaga sirkulasi udara kandang tetap baik, selalu menjaga kebersihan tempat pakan dan minum, memperlakukan ayam sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan stres; serta menyediakan pakan dan minum yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan ayam.

Perhatikan Jumlah Ayam untuk Peremajaan Sesuai dengan Kandang yang Tersedia

Secara umum agar kematian dapat ditekan melalui sistem biosekuriti yang benar, yakni melalui langkah-langkah berikut.

1) Segera melakukan pemisahan pada ayam yang terkena penyakit tertentu.

2) Selalu menjaga kebersihan kandang dengan penyemprotan desinfektan.

3) Mengosongkan kandang sekitar 2 minggu sebelum pengisian berikutnya.

4) Memonitor dan mengatur lalu lintas orang maupun kendaraan yang keluar dan masuk lokasi pemeliharaan ayam.

Pemeliharaan ayam petelur terdapat masa-masa cukup kritis dengan tingkat kematian yang tinggi. Berbagai studi menunjukkan bahwa tingkat kematian tetinggi ayam petelur terjadi pada anak ayam (DOC) hingga umur satu minggu. Gerd de Lange menjelaskan penyebab kematian anak ayam, terutama terkena omphalitis atau infeksi kuning telur atau dikenal dengan istilah mushy chick disease dan penyakit pusar. Kejadian kematian banyak terjadi mulai umur 1 hari sejak menetas sampai umur 7 hari dengan tingkat kematian bisa mencapai 10%. Anak ayam yang terkena penyakit ini akan lemas dan menimbulkan aroma tidak sedap. Tindakan yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya penyakit ini, yaitu sebagai berikut.

1) Menjaga telur tetas sejak dari sarang ayam hingga ditempatkan di mesin tetas agar terhindar dari berbagai kontaminasi.

Baca Juga:  Berbudidaya Belut di Rumah Itu Mudah

2) Menjaga agar telur tidak lembap dengan membasuh kulit telur dengan hati-hati. Kulit yang lembap dapat menjadi media tumbuhnya bakteri.

3) Menjaga kebersihan peralatan penampungan dan penetasan. 4) Menjaga suasana yang nyaman bagi anak ayam sejak penempatan di kandang.

5) Mengondisikan agar anak ayam segera mengonsumsi pakan setibanya di kandang.

6) Menyediakan pemanas yang sesuai kebutuhan.

 

Sumber: Buku Kiat Sukses Meningkatkan Produksi Ayam Petelur

loading...
loading...