Memlih Usaha Pembesaran Lele, Tepatkah?


PertaniankuSemua segmen yang ada dalam bisnis lele memang semuanya menguntungkan. Mulai dari segmen pembenihan, pendederan, sampai pembesaran semuanya mendatangkan rupiah yang nominalnya cukup besar. Namun, segmen pembesaran dipilih karena berbagai alasan.

Memlih Usaha Pembesaran Lele

  • Permintaan tanpa henti

Kebutuhan lele yang cenderung meningkat membuat banyak orang berbondong-bondong memelihara ikan berkumis ini. Kehadiran tenda atau warung yang menyajikan menu pecel lele di berbagai lokasi, bahkan sampai sudut kota itulah yang menyebabkan kebutuhan lele meningkat. Untuk daerah Jabodetabek saja, kebutuhan lele konsumsi bisa lebih dari 100 ton per hari dan belum lagi dari daerah lain.

  • Aplikasi mudah

Seiring perkembangan informasi dan teknologi, budidaya lele menjadi semakin mudah setiap waktunya, terutama segmen pembesaran. Faktor utama yang berperan penting dalam segmen ini antara lain benih, kualitas air, dan pengaplikasian pakan yang tepat.

  • Panen cepat

Pembudidaya bisa mendapatkan panen lebih cepat dengan menebar benih yang lebih besar. Untuk mendapatkan panen dalam waktu 2 bulan, setidaknya pembudidaya menebar benih berukuran 7—9 cm.

  • Modal minim

Sebagai contoh, untuk membesarkan benih sebanyak 3.000 ekor, hanya dibutuhkan biaya sekitar Rp3,5—4 juta dengan luas kolam 15 m2. Dari jumlah demikian, pembudidaya dapat memanen sekitar 2,7 kwintal lele konsumsi ukuran 6—8 ekor/kg.

  • Lahan sempit pun bisa

Lahan pekarangan Anda terbatas? Lele solusinya. Hal itu karena pembesaran lele bisa dilakukan di berbagai wadah. Sebut saja drum atau potongan toren. Lebih baik lagi, pembesaran lele bisa diterapkan di kolam terpal. Dengan luas kolam 15 m2, lele yang bisa dipelihara sebanyak 3.000 ekor.

 

Sumber: Buku Paduan Praktis Pakan Ikan Lele

Baca Juga:  Mendag Kritik Masyarakat Indonesia yang Konsumsi Ikan Olahan Impor
loading...
loading...