Mempelajari Agroekologi Anggur


Pertanianku – Tanaman anggur lebih senang hidup di dataran rendah 0—300 m dpl yang bertipe iklim kering (musim panas dan kelembapan udara rendah). Musim panas yang panjang dapat meningkatkan mutu buah anggur, terutama aromanya. Lama musim kemarau yang dikehendaki tanaman anggur berkisar antara 4—8 bulan. Besarnya curah hujan antara 1.000—2.000 mm/tahun.

anggur-2

Tanaman tidak menyukai cuaca berkabut karena cuaca seperti itu mendorong timbulnya penyakit cendawan daun. Angin kencang (taifun) dapat merusak tanaman anggur, terutama pada tanah berpasir. Sebaliknya, angin yang lembut dapat mencegah kelembapan tinggi.

Tanah berpasir baik untuk pertumbuhan tanaman, asalkan pengairan cukup tersedia. Derajat keasaman tanah netral (pH = 6—7). Tanah yang mengandung kapur antara 50—70% sangat baik untuk tanaman anggur. Pada tanah lempung atau aluvial berpasir baik untuk tanaman anggur. Di Probolinggo, Jawa Timur yang tanahnya terbelah pada musim kemarau, tanaman anggur dapat berbuah bagus, asalkan diberi pupuk kandang tinggi.

Keadaan lokasi tanaman anggur harus terbuka, tidak ada naungan. Golongan anggur Labrusca, seperti varietas isabella lebih toleran terhadap suhu rendah (dataran tinggi hingga 1.000 m dpl) dan dapat ditanam di daerah yang bertipe iklim agak basah.

Sumber:  Buku Berkebun 26 Jenis Tanaman Buah

Baca Juga:  Mengulik Efek Samping Mahkota Dewa bagi Kesehatan
loading...
loading...