Mempelajari Agroekologi Duku

Pertanianku – Duku dapat tumbuh dan berbuah baik di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl dengan tipe tanah latosol, podsolik kuning, atau aluvial. Curah hujan 1.500—2.500 mm/tahun. Tanah yang sesuai mempunyai pH antara 6—7. Tanaman lebih senang ditanam di tempat yang terlindung. Oleh karena itu, tanaman ini biasanya ditanam di pekarangan atau tegalan, bersama dengan tanaman tahunan lainnya seperti durian, jengkol, atau petai.

Mempelajari Agroekologi Duku

Duku dapat tumbuh dan berbuah baik di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl dengan tipe tanah latosol, podsolik kuning, atau aluvial. Curah hujan 1.500—2.500 mm/tahun. Tanah yang sesuai mempunyai pH antara 6—7. Tanaman lebih senang ditanam di tempat yang terlindung. Oleh karena itu, tanaman ini biasanya ditanam di pekarangan atau tegalan, bersama dengan tanaman tahunan lainnya seperti durian, jengkol, atau petai.

Duku toleran terhadap kadar garam tinggi, asalkan tanahnya mengandung banyak bahan organik, toleran terhadap tanah asam atau lahan bergambut, dan toleran terhadap iklim kering, asalkan kondisi air tanahnya kurang dari 150 cm. Tanah yang terlalu sarang, seperti tanah pasir, kurang baik untuk tanaman duku. Namun, tanah berpasir yang mengandung banyak bahan organik dapat digunakan untuk tanaman duku, asalkan diberi pengairan yang cukup.

Varietas unggul duku yang dianjurkan untuk dikembangkan (telah dilepas) adalah rasuan (Palembang). Varietas unggul lainnya adalah condet (Pasar minggu) dan matesih (Karanganyar). Varietas duku dari Palembang (Ogan Komering) sangat populer karena hampir tidak berbiji dan rasanya manis sekali.

 

Sumber: Buku  Berkebun 26 Jenis Tanaman Buah

Baca Juga:  6 Varietas Jambu Biji ini Digemari di Indonesia
Loading...