Mempelajari Budi Daya Pisang Raja Bolu

Pertanianku – Pisang raja bolu adalah satu dari sekian banyak jenis pisang yang biasa dikonsumsi masyarakat. Pisang raja bolu memiliki rasa yang manis dan buahnya cukup besar.

Mempelajari Budi Daya Pisang Raja Bolu

Tak hanya buahnya yang dapat dikonsumsi, daun, batang, gedebong, bonggol, dan jantung pisang pun dapat dikonsumsi oleh manusia. Bahkan, diantaranya memiliki manfaat luar biasa. Daun pisang biasa digunakan sebagai pembungkus makanan. Gedebong bisa dimanfaatkan sebagai pakan alternatif fermentasi. Jantung pisang dapat diolah menjadi sayur atau abon. Sementara itu, bonggol dapat diolah menjadi keripik atau kerupuk. Sungguh sebuah peluang usaha yang cukup potensial bukan? Tak heran banyak orang membudidayakannya.

Loading...

Pohon pisang bisa ditanam di lahan yang sempit seperti di pekarangan rumah atau di kebun yang berukuran kecil. Budi daya pisang raja bolu juga dirasa cukup mudah dilakukan seorang diri. Jika Anda tertarik, berikut tahapan budi daya pisang raja bolu.

Penanaman

Saat Anda ingin melakukan budi daya pisang raja bolu sebaiknya dilakukan di awal musim hujan supaya menghemat penyiraman. Lakukan pemupukan awal dengan urea sebanyak 1 sendok makan/pohon. Lanjutkan pemupukan setiap sebulan sekali dengan pupuk NPK sebanyak 2 ons/pohon. Buang daun yang telah menguning supaya induk tumbuh subur, buahnya banyak dan besar-besar. Sisakan satu anakan pisang setiap pohonnya agar tumbuh sebagai bibit tanaman berikutnya.

Perawatan

Bungkus bunga pisang dengan karung/plastik agar tidak terserang lalat buah. Lalat buah menyengat bunga pisang sebagai media bertelur, akibatnya buah jadi berwarna cokleat/burik dan buah tidak mulus. Potong jantung pisang setelah jaraknya dengan buah terakhir sudah 10 cm lebih. Pangkas daun kering supaya tidak menjadi tempat bersarangnya hama dan penyakit.

Masa panen

Baca Juga:  Cara Merangsang Tanaman Buah Berproduksi dengan Penyiraman Air

Untuk memanen pisang raja bolu, potong tandanan buah setelah terdapat buah yang sudah menguning. Jangan sampai telat memanennya sebab buah sangat rawan dimakan oleh kelelawar atau burung sehingga hasill panen tidak akan laku dijual. Usahakan saat memanen jangan sampai buah jatuh ke tanah karena hal itu bisa merusak kualitas buah.

Loading...
Loading...